b

 

Moral-politik.com. Bagi sebagian besar anak di Kota Kupang, pekerjaan memilih barang-barang bekas yang dibuang orang di tengah jalan tergolong hina-dina. Tetapi tak berlaku bagi Ince (10), gadis cilik asal Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS).

Di tengah maraknya NTT mengikuti Pleno KPUD NTT kaitannya dengan pilkada NTT putaran ke-2, Ince, si gadis cilik berusia 10 tahun ini berterik mentari dengan kereta dorongnya untuk mencari barang-barang bekas yang telah dibuang pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat yang berlalu-lalang di seputaran Kantor Gubernur NTT, dan Kantor DPRD NTT.

Ditemui Wanitawanita.com di Kantor DPRD NTT, Sabtu (1/6), dia mengatakan dia rela berterik mentari hingga keringat darah bercucuran sebagai pemulung untuk membantu keluarganya bisa menyambung hidup.

“Saya kerja begini untuk bantu orang tua saya di rumah, karena dengan begini kami bisa makan untuk sehari,” katanya, lugu.

Ince adalah contoh dari sekian banyak orang Kota Kupang yang karena ketidakmampuan ekonomi terpaksa tidak bersekolah dan memilih pekerjaan apa saja demi bisa dapat sesuap nasi untuk sehari saja. Soal makan besok hari, dia harus kembali berkeringat darah, dan sekaligus juga membunuh mimpinya sendiri untuk bisa merubah NTT yang makmur, damai dan sejahtera lahir dan bathin. (richo)

 

Baca Juga :  56 Tenaga Honorer Biro Umum Setda NTT Belum Digaji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 6 =