4

Moral-politik.com. Sebanyak 283 pasangan suami istri (Pasutri) di Kota Kupang mengikuti pernikahan masal yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tahun 2013. Jumlah ini terdiri dari  agama Kristen Protestan sebanyak 188 pasang Pasutri  dan agama Katolik sebanyak 95 pasang Pasutri.

Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man mengatakan ini dalam acara pernikahan hari pertama di Gereja  Bethel Indonesia (GBI) Anak Dara, Kelurahan Oebufu, Senin (3/6).

Ia mengatakan, ada tiga hal yang ingin dicapai dari program nikah masal. Pertama, pemerintah ingin mewacanakan konsep hidup sederhana, efisien, tetapi berkualitas. Sehingga konsep perkawinan tidak harus dengan biaya tinggi, pesta pora dan seremonial yang meriah sehingga menyita banyak waktu, pikiran dan tenaga.

Kedua, katanya, regenerasi berawal dari keluarga atau rumah tangga. Sehingga, proses pembentukkan keluarga sangat menentukan reformasi keluarga tersebut.

Ketiga, katanya lagi, kehidupan masyarakat yang serasi, selaras, seimbang adalah modal sosial yang berharga bagi proses pembangunan daerah.

Sementara itu ketua panitia kegiatan, Drs. Agus Ririmase, M.Si mengatakan, nikah masal bertujuan membantu masyarakat atau keluarga yang sudah hidup bersama sebagai suami istri, namun belum menikah sah menurut hukum masing-masing agama dan pemerintah dan membantu keluarga yang tidak mampu.

Ia mengatakan, nikah masal sudah dilakukan sejak tahun 2003, sampai dengan tahun 2012 sebanyak 3.565 pasang.

Menurutnya, nikah masal akan dilakukan selama tiga hari, yakni Senin (3/6/2013) untuk pasutri beragama Protestan (denominasi) sebanyak 52 pasutri di GBI Anak Dara. Hari Selasa (4/6/2013) untuk agama protestan sebanyak 97 pasutri dilakukan di dua gereja, yakni Gereja Marturia Oesapa Selatan Klasis Kupang Tengah sebanyak 42 pasutri dan Gereja Pniel Sikumana untuk Klasis Kupang Barat sebanyak 37 pasang.

Baca Juga :  Warga Fatukoa Tuding PLN NTT Ingkar Janji

Sedangkan  Rabu (5/6/2013) untuk agama Katolik sebanyak 95 pasutri di tiga tempat, yakni Gereja Sta. Maria Assumpta sebanyak 36 pasang, Gereja Katedral Kristus Raja Kupang sebanyak 30 pasang dan Gereja St. Yosep Pekerja Penfui sebanyak 29 orang dan Gereja Kota Baru untuk Klasis Kota Kupang sebanyak 57 pasang. (NZ)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

35 − 30 =