SOISALISASI WADUK KOLHUA

Moral-politik.com. Dari hasil Sidang Pansus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, memberi waktu kepada Tim 9 Pemerintah Kota Kupang selama dua minggu untuk kembali mengumpulkan data real yang lebih akurat, mengenai jumlah pemilik lahan, luas lahan, serta alasan dasar warga Kolhua yang menolak rencana pembangunan bendungan di wilayahnya.

“Hasil keputusannya kami beri waktu selama dua minggu kepada mereka,“ tegas Ketua Tim Pansus Fan Adrianus.

Menurut Fan, hal itu dilakukan karena data sementara yang diterima dari hasil kajian oleh tim sembilan yang bersumber dari lurah dan camat berbeda dengan data hasil kajian yang diberikan oleh Balai Sungai Nusa Tenggara Dua.

KUNJUNGI LOKASI WADUK

Pansus Fan Adrianus mengatakan, pihaknya saat ini tengah memberikan waktu kepada Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kota Kupang melaksanakan rapat intern untuk mengevaluasi hasil rapat sementara, bersama tim sembilan pemerintah Kota Kupang.

Sebelumnya, rapat Pansus telah dilaksanakan semenjak hari Jumat lalu, guna mencari data yang akurat terkait penolakan sekelompok warga Kolhua terhadap rencana pembangunan bendungan di wilayah mereka.

Dalam Rapat Pansus kemarin yang dipimpin lansung oleh wakil ketua DPRD Kota Kupang, Fan Adrianus yang juga sebagai ketua tim Pansus, dan diikuti oleh tiga wakil ketua Pansus dan 26 anggota tim Pansus dari masing-masing komisi di DPRD Kota Kupang.

10

Ikut hadir dalam rapat tersebut, Tim Sembilan Pemerintah Kota Kupang yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Sembilan, Bernadus Benu bersama anggota Tim Sembilan lainnya, yang terdiri dari Asisten Satu Kota Kupang, Kepala Dinas, Atau Kadis Tatapem Kota Kupang, Kadis Pertanahan Kota Kupang, Dan Kadis Pekerjaan Umum Kota Kupang. (Kaesmetan)

Baca Juga :  To’o Zakarias, Keliling Dunia Berkat Dawai Sasando

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 1