5

 

Moral-politik.com. Kuasa hukum Paket Esthon-Paul, Filipus Fernandes, SH ketika dihubungi Moral-politik.com di Jakarta, Kamis (20/6) membeberkan seluruh kesalahan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Paket Frenly yang dilakukan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada putaran ke-2 pada, 23 Mei 2013 lalu.

Dia mengatakan, dalam Pilgub NTT putaran ke-2, KPU NTT melakukan pembiaran sehingga terjadi pelanggaran-pelanggaran.

Fernandes mengatakan,  materi gugatan paket Esthon-Paul ketika dibacakan di MK, Senin (17/6)

adalah berkaitan dengan terjadi pelanggaran dan kecurangan dalam berbagai bentuk yang dilakukan secara terstruktur oleh KPU NTT maupun paket Frenly.

“Paling tidak KPU NTT telah melakukan pembiaran terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi,” katanya.

Fakta-fakta pelanggaran yang terjadi, katanya, antara lain ketidaknetralan Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Kornelis Kodi Mete dengan memfasilitasi upaya pemenangan paket Frenly.

Selain itu, lanjutnya, terjadi juga mobilisasi dan pengarahan anak di bawah umur untuk memilih paket Frenly.

“Telah terjadi mobilisasi dan mengarahkan anak-anak di bawah umur untuk memilih pasangan calon nomor urut empat,” paparnya.

Menurut Fernandez, paket Frenly dinilai telah mencederai prinsip yang menyatakan bahwa tidak seorang pun boleh diuntungkan oleh penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukannya sendiri dan tidak seorang pun boleh dirugikan oleh penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh orang lain (nullus/nemo commodum capere potest de injuria sua propria). Prinsip ini dikutip dari putusan MK Nomor 120/PHPU.D-1X/2011 tanggal 15 Desember 2011.

“Intinya, kami bacakan materi gugatan mengenai berbagai pelanggaran yang terjadi, seperti pelanggaran di Sumba Barat Daya oleh bupati setempat, lalu di Lembata, Sikka, dan money politic di Larantuka dan TTS,” kata Fernandes melalui Hand Phone-nya, Kamis (20/6). (richo)

Baca Juga :  Dirut Pertamina: Jangan Pernah Merasakan Loonuna Bukan Bagian NKRI!

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here