48

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Aksi demo Mahasiswa menolak penetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), jumat (21/6) siang tadi, diwarnai aksi saling dorong antar mahasiswa dan polisi. Dalam aksi ini juga Mahasiswa menghadiahi DPRD NTT celana dalam sebagai simbol wakil rakyat dan pemerintah indonesia telah menelanjangi diri.

Aksi saling dorong antara Mahasiswa yang tergabung dalam Front Rakyat NTT Tolak Kenaikan Harga BBM  dengan pihak kepolisian ini, terjadi di depan gedung DPRD NTT, saat Mahasiwa memaksa untuk masuk ke dalam gedung DPRD guna menemui wakil rakyat.

Beruntung aksi saling dorong ini berhasil diredam polisi dengan menghadirkan seorang anggota DPRD NTT untuk menemui pendemo.

Dalam aksi demo menolak penetapan kenaikan harga BBM tersebut yang dipimpin oleh Roy Umbu, para Mahasiswa ini membawa dua helai celana dalam sebagai simbol DPR dan Pemerintah Indonesia telah menelanjangi diri, dengan memberi sebagian besar kekayaan alam indonesia ke pihak asing untuk dikelolah, dan membiarkan rakyat menderita.

Dua helai celana dalam itu akhirnya diserahkan pendemo kepada salah satu anggota dprd ntt, yang hadir menemui massa, untuk selanjutnya diberikan kepada pemerintah pusat.

Somie Pandie, Anggota DPRD NTT yang menemui pendemo mengatakan pihaknya secara pribadi menolak kenaikan harga bbm, namun lagi-lagi keputusan bukan saja dari dirinya sendiri.

Sementara itu, sekitar 100 lebih Mahasiswa lainnya, yang tergabung dalam badan legislatif mahasiswa, dan badan eksekutif mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang, yang juga sama menggelar aksi demo menolak penetapan kenaikan harga bbm, Jumat siang tadi, sempat menyandera sebuah mobil dinas, dan memaksa mobil ini diikutsertakan dalam aksi demo.

Baca Juga :  Ratusan Atribut Paket Lentera Masih Berkibar

Ratusan Mahasiswa yang pada akhirnya berhasil masuk ke gedung DPRD NTT, dan berdialog dengan anggota DPRD ini, dalam aksinya sempat menggelar aksi dorong sepeda motor ke gedung dewan sebagai simbol masyarakat Indonesia telah ditindas oleh pemerintah dengan menaikan harga BBM, dan melakukan aksi bakar poster sebagai simbol penolakan. (Fabyan)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

40 − = 38