234

 

Moral-politik.com. Kelompok mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang menggelar aksi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/6) untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan berjalan mundur.

Koordinator Lapangan (Korlap), Jevan Hale yang ditemui disela-sela aksi damai itu megatakan, dirinya melakukan aksi damai di depan Kantor DPRD NTT dengan berjalan mundur bermaksud untuk memperlihatkan kepada pemerintah dibawa kepemimpinan SBY-Boediyono saat ini tidak berjalan kedepan namun kebelakang.

“Kami menggelar aksi ini untuk menolak kenaikan harga BBM dan kami lakukan aksi berjalan mundur itu supaya pemerintah tahu bahwa SBY-Boediyono saat ini tidak memajukan masyarakat Indonesia tapi menjadi mundur,” katanya.

Selain itu, katanya, pihaknya melakukan aksi dorong kendaraaan roda dua sepanjang jalan untuk menunjukkan bahwa dengan adanya kenaikan harga BBM maka masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya NTT tidak mampu membeli BBM sehingga memilih untuk mendorong motornya sepanjang jalan.

Hale mengatakan, kelompok mahasiswa yang menggelar aksi damai ini sangat menyesalkan sikap pemerintah RI dibawa kepemimpinan SBY-Boediyono yang tidak mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia. Justru SBY-Boediyono menambah penderitaan masyarakat Indonesia.(richo)

 

Baca Juga :  DPRD minta Walikota Kupang peduli jalan di Kelurahan Naioni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 4 = 6