manegr Livero Kefa 1

Moral-politik.com. Semua hotel pasti saja memiliki kiat-kiat khusus untuk meningkatkan ‘gairah’ hunian dan pelayanan jasa lainnya oleh pihak management agar pilihan hati dari konsumen tidak kemana-mana.

Begitupun dengan Hotel Livero Kefamenanu. Pihak management  hotel berlantai 3 terletak di Jl. El Tari, km3, perempatan terminal bis Kefamenanu ini juga memiliki 1001 jurus untuk memastikan para kosumen, baik yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT maupun datang dari luar agar pilihannya hanya pada Livero Hotel.

Manager Hotel Livero, Prasanto Prawiro yang ditemui di sela-sela kesibukannya, Rabu (19/6) mengungkapkan, dalam meningkatkan konsumen dari hotel ini, pihaknya tidak mengandalkan sebuah teori baru untuk “menggaet” konsumen, tapi lebih menerapkan sebuah strategi kasik yang sering diterapkan berbagai management hotel modern, yang selama ini diterapkan sejumlah hotel ternama.

Apa itu strategi klasiknya? Mantan Manager Restorant pada  Reijent Park Hotel Malang, Jatim (1991) mengungkapkan, pihaknya dibawah managementnya akan mengutamakan bagaimana menjaga “Indra para tamu” baik berkaitan dengan lidah/mulut, mata, telinga, kulit dan indra lainnya.

Sebab itulah kunci kesusksesan hotel dalam menjaga kepuasan pelayanan dari pihak hotel kepada tamunya, lanjutnya, sehingga tidak ditinggalkan oleh tamu dari waktu ke waktu.

“Kalau kita jaga linda, berarti berkaitan dengan makanan, sedangkan mata tentang penglihatan tamu, kulit tentang air bersih, peralatan mandi, kamar mandi dan sebagainya. Begitupun dengan telinga, berkaitan dengan kebisingan dan lain-lainnya,” ungkap Prawiro yang sudah malang melintang di dunia restorant dan perhotelan di wilayah Nusantara ini.

Prawiro yang mengaku mengawali kariernya di bidang perhotelan dan restorant mulai dari tukang cuci piring di Nusa Dua Beach, hingga menjadi manager di beberapa  hotel dan restorant ternama di tanah air ini menjelaskan, untuk menjaga indra tamu maka pihaknya melakukan perbaikan di berbagai aspek, mulai dari perbaikan SDM, hingga aspek pelayanan lainnya.

Baca Juga :  Manajemen RSUD Ba’a Arahkan Pasien Beli Obat di Apotik?

“Jadi kita lakukan perbaikan pada berbagai aspek, terutama SDM kita benahi mulai dari PA (pabrik areal) sampai pada supervaiser,” ungkapnya.

Menurut berbagai pengalaman yang dimilikinya, selain hal klasik yang harus dilakukan, adalah menjaga indra tamu, di samping itu juga melakukan paket-paket meeting.

Ketika ditanya tentang kariernya selama ini, Prawiro menjelaskan separuh hidupnya sudah digantungkan pada dunia yang satu ini. Bayangkan, dia mengawali dari tukang cuci pring di Nusa 2 Beach selama 1 tahun (akhir tahun 80-an),  kemudian jadi manager Restorant pada  Reijent Park Hotel Malang, Jatim (1991) dan  manager FB Hotel Kristal Kupang (1996-2000).

Bukan hanya itu. Lepas dari Hotel Kristal, Prawiro mengukir karier di  sebuah Restorant di Batam, Singapura, selama 2 tahun.  Kemudian kembali ke tanah air yakni menjadi Pimpinan Area Jawa Timur untuk Pizza Fasta yang membawahi 11 hotel (2006-2008) di wilayah Jawa Timur.

Sejak Mei 2013 ini, ia dipercayakan sebagai manager Hotel livero Kefamenanu. Dia sangat optimis akan melakukan sesuatu yang berguna untuk meningkatkan status Hotel Livero dari Melati ke Bintang satu.

“Ya, saya baru sebulan di sini, tapi saya optimis dengan pengalaman dan kiat tadi, saya sangat yakin tamu pasti kembali dan bukan saja sendiri tetapi bisa membawa lagi temannya,” ungkapnya dengan menambahkan, pihaknya didukung semua karyawan yang ada akan berusaha untuk meningkatkan status hotel dari Melati ke Bintang Satu.

Mungkinkah Prawiro dan Prawiro-Prawiro kecil akan mewujudkan mimpi Livero jadi Hotel Bintang Satu di Kefamenanu? Tentu, waktulah yang membukitkannya. (damian kenjam)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

60 − = 59