IMG-20130614-00422

 

Moral-politik.com. Pasca tidak diakuinya  Akper  Mandiri  oleh Kopertis Wilayah VIII dan dinyatakan tidak boleh Lagi mengadakan kegiatan perkuliahan, Anggota DPR NTT dari Komisi D, berharap agar nasib  para Mahasiswa Akper Mandiri yang belum memiliki NIM (Nomor Induk Mahasiswa)  dapat diberi kebebasan untuk memilih perguruan tinggi yang akan dilanjutkan.

“Jangan sampai mereka diberi harapan akan memiliki NIM tapi sampai batas waktu yang ditetapkan NIM belum juga diberikan, sementara pendaftaran kuliah sudah ditutup. Namun yayasan pengelola Akper Mandiri harus tetap memperhatikan para Masiswa tersebut,” ujar Piwung kepada wartawan di Kupang, sabtu (22/06).

Ia mengatakan, proses NIM bagi para siswa yang belum memiliki NIM harus dipercepat oleh Pihak Akper Mandiri agar dapat disesuaikan dengan  penerimaan Mahasiswa baru di lembaga pendidikan yang hendak dititipkan itu.

“Karena itu, koordinasi harus tetap dibangun dari sekarang, sehingga para Mahasiswa yang belum memiliki NIM itu tidak mengalami kerugian lagi. Apalagi mereka telah mengeluarkan dana yang cukup besar selama kurang lebih setahun kuliah di Akper Mandiri,” kata Piwung.

Direktris Akper Mandiri Kupang, Rosalina Us Asbatan mengakui, pihaknya masih mengalami kesulitan untuk mengurus Mahasiswa semester dua sebanyak 29 orang yang belum memiliki NIM. Karena nama- nama mereka belum dikirim ke Kopertis dan Badan Administrasi Akademik untuk diproses NIM. Walau demikian, pihaknya tetap berupaya untuk mengurus NIM para Mahasiswa dimaksud agar bisa dititipkan ke perguruan tinggi lain yang legal. (Nyongky)

Baca Juga :  Prioritaskan Sertifikasi Tanah di batas TTS - Belu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 18 = 20