7

 

Moral-politik.com. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparektif), Mari Elka Pangestu mengatakan, tidak pastinya  status tanah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kendala investasi di daerah tersebut, yang berdampak pada lambannya kemajuan pembangunan.

Kepada wartawan di Kupang, Jumat (28/6), Mari Elka Pangestu  mengatakan, akan membentuk tim penyediaan lahan yang melibatkan berbagai departemen terkait diantaranya Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian serta Badan Pertanahan Nasional dan departemen terkait lainnya untuk memberikan rasa kepastian bagi investor dalam melakukan investasi di NTT.

Menurutnya, selain soal status lahan, layanan proses perijinan untuk investasi yang lamban dan berbelit-belit juga menjadi faktor penghambat tumbuhnya iklim investasi di NTT. Semua pihak harus turun langsung ke lapangan untuk melihat lebih dekat denyut nadi iklim  investasi yang masih lamban di NTT.

“Pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dilakukan dengan pendekatan terobosan (breackthtrough) dan bukan Business As Usual.

MP3EI dimaksud untuk mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berimbang,  berkeadilan, dan berkelanjutan,” katanya.

Dia mengemukakan, terhadap konsepsi logistik dan koneksifitas nasional, melalui MP3EI  Indonesia bertekat untuk segera mungkin memanfaatkan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan Sea Line of Communication Selat Malaka sebagai aset dan akses keunggulan alamiah logistik  global untuk mempercepat dan memaksimalkan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas  terutama bagi masyarakat di luar Pulau Jawa.

“Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk kedalam Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara (KE Bali-NT)  yang memiliki tiga sektor ekonomi utama. Diantaranya pariwisata, peternakan dan perikanan  ditambah dua sektor ekonomi non utama yaitu tambang mineral dan pertanian,” ujarnya.

Dia menjelaskan, investor sektor rill dan infrastruktur Provinsi NTT merupakan yang terendah  di Koridor Ekonomi Bali-NT yaitu 28 proyek dengan nilai investasi Rp 17,735 miliar dari total  118 proyek Koridor Ekonomi Bali-NT dengan nilai investasi Rp 204,299 miliar.  Sehingga peluang provinsi NTT dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan breakthrough komitmen dunia usaha untuk meningkatkan investasi sektor riil di daerah ini.*** (AVI)

Baca Juga :  Kota Kupang: 283 Pasutri Ikut Nikah Masal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + 1 =