9

 foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Kejaksaan Negeri Kefamenanu, siang tadi kembali melakukan penahanan terhadap 1 orang tersangka yakni Direktris CV. Bina Mandiri, Maria Florentina Tupen (25 th) kasus korupsi dalam pelaksaan Pengadaan Kapal Pengawas (speedboad) pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten TTU tahun anggaran 2009. Dengan demikian, hingga hari ini sudah 8 orang yang menjadi tahanan Kejaksaan untuk kasus ini.

Penahanan terhadap Maria Floren Tina Tupe, yang akrab dipanggil Dina tersebut oleh Kejari Kefamenanu, setelah yang bersangkutan menjalani masa penahanan di Mapolres TTU sejak 2 Maret lalu.

Ketujuh orang tersangka yang sudah mendekam di balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kefamenanu, Selasa pekan lalu,  masing-masing  mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Bupati TTU, Maximus Tanesib, Panitia PHO/ FHO dimana ketuanya adalah Kadispenda TTU, Alexander Naikofi bersama empat orang rekannya, Lambertus Anunut, Zulkifli, Ako Maf dan Edmundus Malafu, Pelaksana lapangan CV Bina Mandiri, Lukas Tupen (ayah Dina), konsultan pengawas, Dilvianus Octory Boy.

Maria Tupen, sebelumnya sempat melarikan diri ke Lembata, Flores Timur dan statusnya sebagai aparatur pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lembata, Flores Timur dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres TTU.

Disaksikan sejumlah wartawan, sekitar pukul 11.30, Maria Tupen diantar Bagian Serse  Polres TTU ke Kejari Kefamenanu.  Saat itu pihak Kejari Kefamenanu melalui Kasi Pidsus, Franky M. Radja dan Kasi Intel, Yance Wattimena langsung mengambil keterangan, setelah dilakukan Penyerahan berkas tahap II.

Kasi Pidsus Kejari Kefamenanu, Franky M. Radja menjelaskan, setelah dimintai keterangan untuk mencocokan berkas yang diserahkan pihak Polres TTU, apakah sama dengan pelaku yang ditahan selanjutnya langsung di tahan lagi, sama seperti tujuh tersangka lainnya pada Selasa lalu.

Baca Juga :  Bupati TTU ingatkan PNS tidak terlibat politik praktis

Sekedar diketahui, Direktris CV. Bina Mandiri, Maria Florentina Tupen adalah anak dari pelaksana lapangan CV. Bina Mandiri, Lukas Tupen yang juga menjadi tahanan kejari TTU pada Selasa lalu.

Disaksikan para wartawan, penyerahan tersangka serta barang bukti lainnya dari Polres TTU ke Kejari Kefamenanu mendapat pengawalan ketat anggota Polres TTU.

Franky M. Radja ketika ditanya mengenai penyerahan berkas kedelapan tersangka kasus korupsi pengadaan kapal pengawas tersebut, mengaku akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang paling lambat awal Juli mendatang.

“Batas waktu penahanan para tersangka oleh Kejari Kefamenanu hanya 20 hari saja, sehingga dipastikan penyerahan berkas semua tersangka ke Pengadilan Tipikor Kupang akan dilakukan pada minggu pertama bulan Juli,” tegasnya.  (amy)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here