Kepala BPBD Belu, Frederick Andrada (1)

 

Moral-politik.com. “Bencana Benanain itu karena disebabkan karena kemarau basah akibat dari meletusnya gunung berapi Rokatenda di Ende beberapa waktu lalu. Ini prediksi yang kami terima dari Badan Meterologi dan Geofisika (BMG). Dan perkirakan kemarau basah ini sampai bulan Agustus atau Oktober. Berarti selama beberapa bulan ke depan ini, bencana banjir masih terus terjadi. Sehingga kita Pemda Belu masih terus pantau dan berikan bantuan,”  ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, Frederik Andrada ketika ditemui Moral-politik.com di ruang kerjanya, Senin (24/6).

Menurutnya, jika warga masyarakat di Kabupaten Malaka tidak segera direlokasi, maka akan terus berjatuhan korban jiwa dan kehilangan harta benda lainnya.

“Waktu itu, sebelum Malaka resmi jadi Daerah Otonomi Baru, Pemerintah Belu melalui Bupati Lopez, sudah minta untuk segera dilakukan relokasi warga ke tempat yang lain. Tapi warga masyarakat tidak mau direlokasi. Ini kendala besar. Kalau seperti ini terus, maka setiap tahun anggaran akan terus keluar hanya untuk korban banjir. Masih ada urusan lain yang harus diselesaikan Pemda Belu. Bukan hanya mau urus bencana banjir saja,” keluhnya. (Felix)

 

 

Baca Juga :  Pererat silaturahmi, DPRD Tuban Kunker di Kota Kupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

36 + = 38