ass

Moral-politik.com. Direktur Lembaga Advokasi Masyarakat Sipil Cendana Wangi Kefamenanu, Viktor Manbait meminta kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk cerdas dalam menentukan pilihan pada pemilu legislatif mendatang, dengan tidak memilih caleg yang diduga melakukan tindakan korupsi, baik itu yang dicalonkan untuk anggota DPRD Kabupaten, Provinsi maupun DPRI.

Permintaan Viktor Manbait ini terkait dengan pengumuman DCS yang saat ini sedang dilakukan oleh KPU secara serentak di Indonesia, saat ditemui, Jumat (14/6) di ruang kerjanya, Jl Ahmad Yani, Kelurahan Kefa Selatan, Kefamenanu, TTU.

Menurut dia, negeri ini selama bertahun-tahun tiarap karena ulah koruptor. Rakyat miskin di mana-mana, sementara para wakil rakyat yang diharapkan membawa perubahan tidak berperan dengan baik, malah ada yang meleburkan diri dalam praktik tersebut.

Menurut Manbait, DPR adalah lembaga representasi dari perwakilan  rakyat, dan rakyat adalah pemegang kedaulatan sebagaimana amanah konstitusi negara kita. Mereka adalah “Anak buah” dari rakyat. Artinya DPR rakyat harus harus melaksanakan kehendak rakyat, apa yang menjadi kebutuhan rakyat.

Karena itu, harapnya, rakyat jangan sampai gadaikan kedaulatan kepada orang-orang yang salah, kepada orang-orang yang melakukan korupsi. Tapi sebaliknya, rakyat harus cerdas untuk menentukan pilihannya kepada orang-orang yang diyakini memiliki kapabilitas dan kualitas yang memadai.

Dia menjelaskan, berkaitan dengan pencalegkan saat ini, lembaganya meminta agar masyarakat  harus benar-benar mencermati para caleg yang saat ini diumumkan dalam DCS. “Saya kira rakyat punya catatan tentang track record  dari masing-masing, siapa saja yang selama ini ditetapkan sebagai tersangka, atau diduga kuat melakukan korupsi dengan dilaporkan ke lembaga-lembaga resmi yang ada. Orang-orang tersebut tidak boleh dipilih, karena mereka tidak pantas untuk menjadi wakil rakyat!” tegasnya.

Baca Juga :  Informasi Baru: Diduga Putri Diana Dibunuh Prajurit Inggris

Siapa saja caleg di TTU yang terlibat korupsi? Viktor mengatakan, bukan menjadi rahasi lagi, di media massa sudah berulang-ulang kali memberitakan tentang kasus Bansos sejak 2010 ada 2 anggota DPRD TTU yang juga kini kembali dicalonkan menjadi legislatif yakni 1 dari Partai Golkar  dan 1 Dari Partai Demokrat.  Selain itu juga, kasus pembangunan sejumlah SD dimana ada anggota DPRD TTU juga dilaporkan ke polisi karena melakukan pemerasan, yakni  1 orang dari PDIP dan 1 dari Partai Hanura yang juga kembali diajukan sebagai Caleg.

“Nah, orang-orang ini kita akan lakukan kampanye kepada masyarakat untuk tidak dipilih menjadi wakil rakyat. Mereka tidak pantas mewakili rakyat TTU di DPRD!” tegasnya. (amy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 5 = 1