37

Moral-politik.com. Dua pekan sudah, masyarakat TTU pengguna Bahan Bakar MInyak (BBM), baik solar maupun premium yang menggunakan jasa SPBU harus banyak bersabar dan menunda sejumlah pekerjaan untuk antrian di 2 SPBU, tanpa peduli berapa jarak antrian dan berapa jam yang harus dihabiskan untuk mendapatkan BBM beberapa liter untuk memenuhi kebutuhannya.

Antrian panjang ini, menurut para petugas di 2 SPBU di Kefa, disebabkan oleh stock yang dialokasikan sangat terbatas yakni 10.000 liter. Jumlah stock per hari ini dinilai sangat terbatas, tidak sebanding dengan kebutuhan kendaraan yang ada di TTU dan kebutuhan lainnya. Padahal dari provinsi ditegaskan, ketersediaan BBM di NTT sangat cukup untuk beberapa bulan kedepan.

Lalu, benarkah stock yang dialokasikan ke kedua SPBU di Kefa hanya 10.000 liter per hari ataukah banyak besin yang lagi “merembes” tempat penampungan di SPBU ke berbagai penjuruh, dan diketahui para “sekuriti” bayaran di pompa bensin itu?

Banyak pihak menduga, kalau stock BBM di 2 SPBU itu sesungguhnya sangat cukup, bahkan tidak akan  membuat antrian panjang. Hanya saja,  ada ruang yang terbuka untuk para penjual eceran yang sangat bebas, baik yang berijin maupun yang tanpa ijin, mereka cukup mengantongi sejumlah rupiah untuk dititipkan melalui para calo, yang manawarkan jasa pengisian BBM. Sementara polisi pun tak bisa berbuat banyak, karena para calo juga “teman” polisi, mereka sekuriti-sekuriti bayaran.

38

“Sebenarnya bensin ini cukup untuk kebutuhan kendaraan di TTU, cuma saja pengisian BBM lebih banyak dihambat oleh pengisian kendaraan yang “tap” baik roda dua maupun roda 4, dan pengisian terhadap jergen yang dipakai oleh para penjual bensin eceran di TTU, yang dijembatani oleh para calo yang ada di 2 SPBU ini. Sementara polisi tidak pernah tegas terhadap para calo pengisian bensin ini,” ungkap Jhony, salah satu sopir angkota yang enggan untuk ditulis nama angkotnya.

Baca Juga :  Willybrodus Lay Sudah Siap Pimpin Belu

Tapi benarkah hanya penjual eceran bisa mengakibatkan kemacetan yang panjang dan berminggu-minggu di 2 SPBU ini?

Zakarias Talan, seorang mahasiwa Unimor mengaku, stock yang ada pada 2 SPBU ini sebenarnya cukup tinggi yakni mencapai ribuan liter. Tapi penimbunan terjadi di mana-mana, yang diduga melibatkan pihak keamanan, sehingga sulit untuk diberantas. Karena itu, antrian akan terus berlanjut, karena memang besin yang masuk habis terjual.

BELU_JUDITH LORENZO_ANTRIAN PANJANG BBM 01 003

Di sini, sesungguhnya membutuhkan keberanian, ketegasan dan ketulusan yang mendalam demi rasa cinta pada masyarakat TTU, maka pihak kepolisaan dan pemerintah daerah perlu bekerja sama untuk menghentikan praktik calo, praktek “tap bensin” yang dilakukan para pengencer dan para penimbun BBM, yang selalu menunggu waktu yang tepat untuk dijual ke masyarakat, atau dilepas ke wilayah Timor Leste melalui jalur tikus.

Tapi,  adakah keberanian dari aparat Polres dan Pemkab TTU untuk mengatasi masalah ini, agar masyarakat TTU tidak menjerit soal BBM, sebelum stock BBM mengalami penurunan di seluruh NTT? Kita tunggu saja kerja Polres dan Pemkab TTU! (damian Kenjam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here