foto-1

Moral-politik.com. Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) segera me-recovery kepercayaan masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) sehubungan dengan insiden jatuhnya pesawat Merpati MA-60  di ujung landasan Bandare El Tari Kupang, Senin (10/6) lalu.

Presiden Direktur Merpati, Rudy Setyopurnomo kepada Moral-politik.com di Kupang, Kamis (13/6) mengatakan, kerugian dari sisi material sebetulnya masih bisa ditanggulangi seperti harga satu pesawat yang berkisar antara Rp100 sampai Rp200 miliar.

Menurutnya, kerugian yang paling mahal untuk Merpati adalah kerugian kepercayaan. Kerugian dari sisi ini akan di-recovery secepatnya, karena bisa mempengaruhi keinginan masyarakat untuk menggunakan jasa Merpati.

“Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, ke depan, kami serius merencanakan keselamatan  mulai dari training pilot dan simulator. Untuk perawatan pesawat sendiri, kami punya hanggar over hall dan teknisi yang mampu merawat pesawat dengan baik,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat NTT yang selama ini menggunakan jasa Merpati tidak takut atau cemas bepergian dengan armada udara Merpati karena keselamatannya pasti terjamin.

Rudi mengakui, insiden yang terjadi tersebut, merupakan musibah yang tidak bisa dihindari. Karena menurut dia, pesawat MA-60 yang mengalami insiden itu merupakan pesawat tangguh dan canggih yang semua suku cadangnya merupakan produksi Amerika dan Eropa yang dirakit di China.

Walpau pun demikian, lanjut dia, insiden itu merupakan musibah yang tidak bisa dihindari, meskipun itu pesawat tercanggih buatan negara manapun. Insiden itu pun akan menjadi pelajaran berharga bagi pihak Merpati, agar kedepan selalu memperhatikan aspek keselamatan penerbangan.

“Jadi, sesungguhnya pesawat Merpati MA-60 itu memiliki suku cadang canggih dari Amerika dan  Eropa. China hanya merakitnya,” katanya.*** (AVI)

Baca Juga :  Golkar Siap Menangkan Frenly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 + 3 =