7

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Mobil Patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP)  Kota Kupang, dilempari sekelompok masa yang melakukan demonstrasi atau aksi mogok akibat kenaikan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah Kota Kupang, yang dianggap tidak sesuai dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Para pendemo yang melakukan aksi mogok tersebut adalah sopir dan kondektur angkuatan yang beroperasi di jalan Timor Raya.

Mobil patroli dengan nomor polisi DH 8044 GW milik Satuan Pol-PP Kota Kupang, yang saat itu melintas di jalan Timor Raya, tepatnya di depan Rumah Makan Tanjung dilempari batu oleh para pendemo, mengakibatkan kaca mobil bagian depan kendaraan tersebut pecah.

Saat kejadian, mobil patroli tersebut ditumpangi 8 orang anggota Sat Pol PP, diantaranya ada dua wanita yakni Adriana Pelt (34) warga RT/RW 11/02 Kelurahan Nunleu dan Esi Tado Lado (32) Warga Jalan Fatukoa RT/RW 12/04 Kelurahan Fatuko, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang menjadi korban. Lemparan itu, keduanya harus menderita luka di tangan akibat terkena serpihan kaca yang hancur dihantam batu.

Kepala Sat Pol PP Kota Kupang, Thomas Dagang saat dikonfirmasi, Jumat (28/06) mengatakan pihaknya bersama Polsek Kelapa Lima masih menyelidiki pelaku yang melempari mobil Pol PP tersebut.

“Kami sudah serahkan masalah ini  kepada polisi untuk menyelidiki penyebab kejadian tersebut,” kata Thomas. (Ale)

Baca Juga :  Rote Ndao Bertekat Sukseskan Penyelenggaraan Haji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here