13

 

Moral-politik.com. Ratusan Nelayan di Kota Kupang mengeluhkan pungutan liar dan intimidasi terhadap mereka ketika melaut. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang, Maksi Ndun mengatakan, pungli dan intimidasi itu sering mereka alami dari aparat TNI Angkatan Laut, Polair dan Syahbandar. Keluhan ini disampaikan kepada Anggota DPR RI Setya Novanto.

“Baik itu dari angkatan laut dan kami sudah berkoordinasi dan mereka punya mil adalah di ZEE. Mudah-mudahan itu adalah kata yang benar. Yang kami masih rasa terganggu adalah Polair. Kami minta maaf oleh aparat di sini, saya harus berkata jujur. Mereka tidak tahu mereka punya mil pemeriksaan untuk nelayan tangkap itu di mil berapa, berapa mil dari bibir pantai atau tidak jelaslah. Yang saya heran adalah yang memberi ijin kepada nelayan adalah Dinas Perikanan Kota, kabupaten dan provinsi tetapi yang periksa perijinan adalah Polair,” tandas Maksi Ndun.

Sementara itu anggota DPR RI Setya Novanto minta Himpunan Nelayan Kota Kupang menyampaikan keluhan termasuk yang pungli secara tertulis. Dia mengatakan  akan menyampaian keluhan nelayan itu kepada Gubernur NTT, Kepala Polisi NTT, Komandan Angkatan Laut dan Kepala Syahbandar. Dia juga akan menyampaikan itu ke pemerintah pusat. (Sil Sega)

 

 

 

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Kapolres Kupang Minta Masyarakat Jaga Kamtibmas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

63 + = 65