2

 

Moral-politik.com. Ratusan nelayan di Nusa Tenggara Timur mengeluhkan sulitnya  mendapatkan kucuran dana untuk pengembangan usaha tangkapan ikan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Jefri Manafe mengatakan, wilayah perairan NTT lebih banyak dikelola oleh nelayan dan pengusaha perikanan dari luar NTT. Ini karena nelayan di NTT tidak atau jarang diberi kesempatan untuk mendapat kucuran dana pinjaman untuk pengembangan usaha. Dana-dana yang ada, menurut dia, memerlukan jaminan.

“Banyak terjadi, banyak pengusaha itu bukan dari NTT tetapi kebanyakan pengusaha itu dari daerah luar. Ini tentu ada masalah. Kenapa karena  pada umummnya saya melihat bahwa nelayan yang ada di NTT belum diberi kesempatan untuk bisa mendapatkan kucuran dana. Ini karena dana-dana yang ada itu harus ada jaminan. Karena itu mohon tolong diperhatikan  supaya masyarakat NTT khususnya nelayan itu bisa diberikan kelonggaran untuk mereka bisa mendapatkan dana supaya bisa meningkatkan taraf ekonomi mereka lebih sukses ke depan,” kata Jefri Manafe.

Sementara, penjabat kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT  Andreas Jehalu mengatakan pemerintah NTT memberi perhatian besar kepada para nelayan yang tersebar di 800 desa pesisir di NTT. Soal dana pinjaman dari lembaga perbankan, Andreas Jehalu mengatakan, para nelayan perlu  berkoordinasi dengan pemerintah NTT serta perbankan untuk mendapatkan dana bantuan. Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, kata dia, juga akan mendata nelayan  yang belum memiliki kapal dan alat tangkap, guna mendapat bantuan. (Sil Sega)

Baca Juga :  Motor Siswa SMPN 2 Kupang berhasil digasak pencuri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here