4

Moral-politik.com. Kebocoran fisik pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang pada tahun 2012 silam mencapai 27 persen sesuai hasil audit BPK.

Walaupun demikian tingkat kebocoran yang terjadi di PDAM Kota masih  lebih rendah dibandingkan PDAM lainnya, yang bisa mencapai 30 persen keatas.

Demikian dikatakan Plt. Dirut PDAM Kota Kupang, Noldy Mumu, berkaitan dengan kebocoran fisik di wilayahnya.

“Secara nasional standar kebocoran maksimal 25 persen, dan PDAM Kota  masih 27 persen. Kebocoran ini lebih rendah dibandingkan PDAM-PDAM lainnya yang mencapai 30 persen, bahkan ada yang sampai 40 persen. Kedepan kami akan terus berupaya untuk mengurangi tingkat kebocoran yang ada,” kata Noldy Mumu.

Menurut Noldy Mumu, dengan kebocoran yang terjadi ini, maka jumlah produksi air yang disalurkan ke masyarakat menjadi berkurang cukup banyak. “Kalau kebocoran 25 ribu kubik, misalnya, maka yang menghasilkan uang hanya 75 ribu kubik saja,” ungkapnya.

Diakui Noldy Mumu, tahun-tahun sebelumnya kebocoran fisik bisa mencapai 30 persen, tapi akhirnya bisa ditekan sampai 27 persen dengan berbagai upaya yang dilakukan, misalnya pengontrolan rutin ke seluruh sistem jaringan, jika ditemukan adanya kebocoran maka langsung dilakukan perbaikan.

“Kalau sampai ada yang lolos dari pantauan, biasanya ada informasi dari pelanggan atau masyarakat umum. Karena kita buka line telepon dan SMS, sehingga mereka bisa menginformasikan jika ada kebocoran di wilayahnya,” ungkap Noldy Mumu. (Ale)

Baca Juga :  Kesalnya Katy Perry Disebut "Anak Setan" Oleh Ayahnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here