8

Moral-politik.com. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan akan terjadi penghematan anggaran negara sebesar Rp 48 triliun akan dikembalikan kepada rakyat.

“Kenaikan BBM ini akan terjadi penghematan negara sebesar Rp 48 triliun. Dari  total penghematan itu, sebesar Rp 30 triliun akan dikembalikan kepada masyarakat dalam berbagai program pemerintah untuk membantu masyarakat, terutama masyarakat miskin di daerah pedasaan,” kata anggota DPR-RI Setya Novanto, di Kupang, Rabu (12/06).

Menurut Novanto, rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hampir final, dan kemungkinan besar akan disetujui dalam rapat paripurna DPR-RI tanggal 17 Juni mendatang.

“Kalau tidak ada halangan, tanggal 17 Juni mendatang, rapat Paripurna DPR RI akan mengetuk  palu untuk menyetujui usal pemerintah untuk menaikkan harga BBM tersebut,” kata Novanto.

Novanto menjelaskan, pemerintah telah mempertimbangkan dengan bijaksana berbagai hal tentang rencana kenaikan BBM bersubsidi itu. Rencananya, premium akan naik menjadi Rp 6.500/liter dari harga selama ini Rp 4.500/liter, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000/liter,  sedangkan Solar naik menjadi Rp 5000/liter atau mengalami kenaikan sebesar Rp 1.500/liter  dari sebelumnya Rp 3.500/liter.

Dia merincikan, program yang akan diluncurkan pemerintah dalam waktu singkat terkait kenaikan BBM  antara lain, program beras untuk orang miskin (Raskin) sebesar Rp 4,3 triliun, Program Bantuan Siswa Miskin sebesar Rp 7,5 triliun, program peningkatan infrastruktur pedesaan  sebesar Rp 6 triliun, program Bantuan Langsung sementara untuk maysarakat miskin sebesar Rp 11,6 triliun, dan program Keluarga Harapan sebesar 0,7 Triliun. (AVI/Ale)

 

 

 

Baca Juga :  Kepolisian Australia Tolak Minta Maaf atas Penangkapan "Bali Nine"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

47 + = 55