113

Moral-politik.com. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini  telah menelusuri atau menindaklanjuti  diduganya terdapat pelanggaran selama proses pelaksanaan pemilu Gubernur NTT putaran kedua.

“Dugaan kecurangan selama pilgub yang ditemukan panwaslu maupun yang dilaporkan masyarakat sudah ditangani Bawaslu,” kata anggota Bawaslu NTT, Yemris Fointuna kepada wartawan, Kamis, (6/6).

Fointuna  mencontohkan, kasus dugaan politik uang dan kampanye di luar jadwal kampanye yang ditemukan Panwaslu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Flores Timur (Flotim) yang masuk kategori pelanggaran pidana, telah dilimpahkan kepada pihak ke polisian.

Selain itu, katanya, kasus dugaan pencoblosan surat suara yang dilakukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sumba Barat Daya (SBD) juga sudah dilimpahkan ke polisi. “semua sudah direkomendasikan ke pihak lain sesuai dengan jenis pelanggarannya,” katannya.

Penjelasan Bawaslu ini terkait dengan aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Anti Politisi Busuk (GAPB) di kantor tersebut, Rabu, (5/6). Kedatangan mereka untuk bertemu anggota Bawaslu guna menanyakan proses penanganan sejumlah kasus dugaan kecurangan pada pemilukada putaran kedua.

“Kami ingin menanyakan kepada Bawaslu tentang penanganan kasus-kasus kecurangan selama pilgub,” kata Koordinator Gerakan Anti Politisi Busuk, Jan Pieter Windy. (richo)

 

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Sepekan Nelayan Kupang Tak Melaut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − = 11