56

 

Moral-politik.com. Penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin memprihatinkan. Hingga awal Juni 2013, dari 22 kabupaten/kota di daerah tersebut, tidak ada lagi yang terbebas dari penyakit yang menggorogoti kekebalan tubuh manusia itu.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) NTT, Husein Pancratius kepada wartawan di  Kupang, Selasa (25/6) mengatakan, masalah ini adalah masalah bersama. Karena itu, penanganan  bahaya HIV/AIDS ini melalui pendekatan lintas sektor dan lintas wilayah.

Menurutnya, data terbaru menunjukkan, jumlah penderita HIV dan AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencapai 2351 dengan rincian 985 HIV dan 1366 AIDS orang. Dari jumlah tersebut, 493  orang penderita telah meninggal dunia.

“Jumlah kasus HIV/AIDS tersebut merupakan kasus yang terdeteksi pada kurun waktu tahun 1997- Maret 2013. Sementara Jumlah kematian akibat HIV/AIDS seakan-akan tidak bermakna kalau  dibandingkan dengan jumlah  kasus HIV/AIDS yang belum terdeteksi,” jelasnya.

Dia mengatakan, kematian orang dengan HIV/AIDS (ODHA) terjadi karena penyakit-penyakit yang  muncul di masa AIDS setelah tertular antara 5–15 tahun yang disebut infeksi oportunistik, seperti diare dan TBC.

“Jumlah penderita HIV/AIDS di NTT terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga yang mencapai 268 tidak bisa dianggap sepele,” katanya.

Dia menyebutkan, dari 22 kabupaten/kota di NTT jumlah pengidap HIV/AIDS terbanyak di Kabupaten Belu dengan jumlah 505. Rinciannya 295 HIV dan 210 AIDS. Sedangkan jumlah korban  meninggal 54 orang. Menyusul Kota Kupang 374 pengidap, rinciannya 229 HIV dan 145 AIDS dan korban meninggal 35 orang. Diurutan ketiga Kabupaten Sikka 413 kasus. Rinciananya 123 HIV dan  290 AIDS dan 29 orang meninggal dunia.

Baca Juga :  Ini Strategi Jokowi Bikin Hiburan di Blok G Tanah Abang

Karena itu, lanjutnya, Komisi Penanggulangan AIDS NTT terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sekaligus mengkampanyekan penggunaan kondom saat berhubungan badan untuk menekan  penyebaran HIV dan AIDS dengan pelayanan VCT (Voluntary, Counseling, and Testing).*** (AVI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 61 = 63