Moral-politik.com. Meskipun saat ini baru sampai pada masa penerimaan pengaduan masyarakat terhadap Daftar Calon Sementara, namun sebagian calon legislatif DPRD TTU sudah mulai turun ke desa-desa mencari dukungan dari masyarakat.

Mathias Giri, salah satu tokoh masyarakat di kecamatan Miomaffo Timur, TTU mengaku, saat ini sudah mulai ada calon anggota DPRD TTU yang mulai mencari dukungan dari desa ke desa baik yang sementara di DPRD maupun yang para pendatang baru. Padahal, menurut Mathias, untuk penetapan DCT-nya masih membutuhkan satu atau 2 bulan lagi.

Mernurut Mathias,  mencari dukungan dari desa ke desa pada massa menjelang pemilu merupakan metode lama yang selama ini dilakukan para calon legislatif, tidak ada kretifitas untuk membangun dan menpampilkan metode baru dari para caleg baik yang incamben maupun para pendatang baru di dunia politik.

“Anehnya, dalam mencari dukungan para caleg selalu memojokan satu dengan yang lain. Untuk apa kalau turun ke desa lalu menjelek-jekkan yang lainnya, sementara dia sendiri belum tentu baik di mata masyarakat,” ungkap salah satu pengurus Partai Demokrat TTU sambil mengharapkan ada formula baru yang ditemukan para calon legislatif saat ini.

Dia sangat mengharapkan para caleg 2014  untuk menghindari budaya sikut menyikut dalam meraih dukungan suara.  Sebab menurut dia, budaya sikut-menyikut yang diterapkan para caleg selama ini adalah budaya politik yang tidak etis dan tidak bermoral. Karena itu, perlu ditiadakan.

Diberitakana sebelumnya, Joy Anunu, salah satu tokoh pemuda di Keluarahan Aplasi, kefamenanu mengharapkan para caleg untuk tidak hanya memasang spanduk di jalan-jalan tetpi perlu melakukan sosialisasi diri ke tengah masyarakat, guna memahami kondisi yang dialami oleh masyarakat.

Baca Juga :  Kelanjutan Pembangunan Gedung BI Menunggu IMB

“Para caleg jangan hanya pasang spanduk di jalan-jalan, nanti sulit untuk dibedakan dengan para gelandangan, sebaiknya para caleg turun ke masyarakat untuk lebih memahami kondisi yang dialami masyarakat yang akan diaswakilinya,” ungkanya. (amy)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 66 = 70