Mathias Giri

 

Moral-politik.com. Para calon legislatif Pemilu 2014  diminta untuk menghindari budaya sikut-sikutan antar caleg yang selama ini diterapkan dari pemilu ke pemilu.

Permintaan itu disampaikan salah satu tokoh masyarakat dari kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten TTU, Mathias Giri, menanggapi maraknya sosialisasi di kabupaten TTU, baik caleg DPR RI, DPR Provinsi dan DPRD Kabupaten.

Mathias yang juga pengurus Partai Demokrat TTU ini mengatakan, budaya sikut-menyikut yang diterapkan para caleg selama ini adalah budaya politik yang tidak etis dan tidak bermoral. Karena itu, perlu ditiadakan.

Menurut dia, para caleg perlu duduk bersama lalu berkampanye di depan publik dengan pesan yang singkat, tidak menyingung orang lain, tidak menjelek-jelekan orang hanya untuk mendapat dukungan. Sebab, selama ini masyarakat telah mengetahui siapa yang layak, siapa yang baik dan siapa yang tidak bohong dan sebagainya.

Dijelaskan, dengan metode ini  bisa mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing caleg, dan dapat menjamin para caleg yang lolos sebagai untuk tidak berpikir melakukan berbagai korupsi guna menutupi ongkos politik yang dikeluarkan saat masa kampanya.

“Tapi kalau caleg berjuang mati-matian, mengeluarkan uang banyak maka jangan heran selalu ada korupsi di mana-mana,” ungkapnya. (amy)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Dirut PT. Bintang Ilmu diperiksa di Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here