Direktur RSUD Kefa-1

 

Moral-politik.com. Direktur Rumah Sakit Umum, dr. Zakarias Dery Fernandes,  Jumat (21/6) membenarkan hingga kini pasien yang teridentifikasi sebagai pasien HIV/AIDS belum memiliki ruang khusus dengan penangan khusus  di RSUD Kefamenanu.

Menurut doker Dery, beberapa waktu lalu memang ada ruang khusus, tapi kedepan pihaknya akan memperbaikinya sehingga ada ruang yang tersendiri bagi pasien yang terinveksi HIV/AIDS di kabupaten TTU.

Kendati demikian, dokter Dery menjelaskan, penanganan bagi  pasien HIV/AIDS selama ini ditangani oleh Dinas Kesehatan melalui bidan yang memiliki  protap khusus untuk penanganan HIV/AIDs, sementara di rumah sakit hanya melakukan penangan klenisnya.  “Jadi, kita hanya berusaha dengan malasah klenisnya, setelah itu yang melakukan penanganan lanjutan adalah Dinas Kesehatan melalui bidan-bidan khusus yang dilatih dengan protap khusus. Di sana mereka yang tahu status  dari masing-masing, mana yang masuk dalam kategori HIV dan mana yang sudah masuk dalam kategori AIDs,” ungkapnya.

Menurut dokter Dery,  memang direncanakan kedepan ada ruang khusus yang disediakan untuk pasien HIV/AIDS pada  RSUD Kefamenanu, juga ditunjang dengan pelayanan khusus oleh para bidan khusus (terlatih),  dan obatnya juga tersedia di RSUD. “Selama ini untuk pemberian obat itu ditangani bidan-bidan di Dinas Kesehatan, dimana obatnya diambil dari Dinas Kesehatan Propinsi,” ungkapnya.

Sementara ditanya soal jumlah, dia mengaku memang sejak Januari-Juni ini diperkirakan ada sebanyak 14 orang. Namun, dia tidak bisa memastikan, berapa HIV dan berapa yang AIDS, begitupun dengan sebaranya. “sebaiknya soal jumlah ditanyakan langsung pada Dinas Kesehatan saja, karena mereka yang urus masalah HIV/AIDS, kami hanya mengurus klenisnya,” ungkapnya. (amy)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Golkar Siap Menangkan Frenly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 1 =