22

Moral-politik.com. Kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menduga berkas gugatan dari Paket Esthon-Paul terhadap KPU NTT dan itu bisa dinyatakan tidak benar.

“Berkas gugatan paket Esthon-Paul yang diserahkan ke Mahkama Konstitusi (MK) kami menduga bahwa itu adalah berkas palsu,” kata Yanto Ekon, Jumat (14/6) kepada Moral-politik.com.

Yanto mengatakan, dirinya selaku kuasa hukum KPU NTT atau pihak termohon telah menerima dan mempelajari berkas gugatan tersebut, sehingga dirinya menduga serta menilai bahwa berkas tersebut diduga palsu dan tidak benar.

Menurut Yanto, KPU NTT sangat siap untuk membuktikan kebenaran dari bukti gugatan pasangan Esthon-Paul ke KPU NTT. Beberapa tuduhan itu, misalnya terkait dugaan adanya rekayasa farmulir C-1 KWK di Kabupaten Sikka.

Selain di Sikka, kata Yanto, salah satu yang dituduhkan dalam gugatan tersebut, yakni di Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam gugatan itu  disebutkan diduga ada satu pemilih yang mencoblos 10 surat suara.

Terkait tuduhan ini, Yanto dengan tegas  membantahnya, dan tim hukum KPU NTT akan membuktikan bahwa semua yang dituduhkan oleh Paket Esthon-Paul tidak benar.

“Kami akan buktikan bahwa semua yang dituduhkan itu tidak benar. Kami sedang merancang jawaban serta bukti-bukti dan saksi untuk dibawa ke MK kalau dipanggil untuk ikut sidang. Dan, kami tetap yakin bahwa tidak seperti yang dituduhkan,” katanya, yakin sekali. (richo)

 

Baca Juga :  Nudirman Munir Tuding ICW Terima Dana Rp 400 Juta dari KPK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

43 + = 47