3

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Para pengurus Dewan pastoral paroki diminta untuk serius membantu tugas-tugas pastoral di paroki dalam membina kehidupan iman umat, termasuk membantu mencegah perkawinan yang tidak sah, perkawinan yang sifatnya hanya sementara.

Permintaan ini disampaikan Romo Matheos Da Crus,  pada kegiatan pembinaan para pengurus DPP Paropki St. Antonis Padua Sasi, Senin (17/6) tadi yang juga dihadiri oleh Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr.

Menurut dia, para pengurus DPP harus membantu untuk memberikan informasi kepada para pastor khususnya dalam melakukan penyelidikan kanonik bagi para calon pasangan nikah sebelum melakukan pemberkatan nikah.

Dia menegaskan, penyelidikan kanonik  ini dimaksudkan untuk menghindari berbagai masalah setelah pasangan tersebut menerima sakramen perkawinan.

“Gereja Katolik sangat mengharapkan pasangan yang menerima sakramen perkawinan adalah pasangan yang benar-benar sehati dan telah menyerahkan diri untuk hidup seutuhnya bagi kebahagian keluarga yang dibentuknya. Bukan kebahagian keluarga yang lainnya,” tegas pimpinan Trobinal Keuskupan Atambua ini.

Dia menegaskan, tugas penyelidikan kanonik bukanlah tugas pengurus DPP atau bukan tugas katekis. Tapi merupakan tugas dari pastor paroki untuk memastikan kesiapan iman dari pasangan nikah tersebut, sebelum mendapatkan pemberkatan nikah.

Selain itu dia juga menegaskan,  dalam penyelidikan Kanonik maka bisa ditemukan adanya pasangan-pasangan yang harus mendapat dari Uskup. Misalnya perkawinan yang memiliki hubungan dekat (saudara sepupu), perkawinan beda agama, perkawinan beda gereja, dan lain-lain. (amy)

Baca Juga :  Babi usil, 2 warga Rote tewas saling bacok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here