31

Moral-politik.com. Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT, Piet Djami Rebo menilai gonjang-ganjing rencana pembangunan Bendungan Kolhua bukan karena persoalan teknis, tetapi bagaimana kejelian Pemerintah Kota Kupang untuk melihat aspek sosial melalui kajian yang maksimal.

“Kajian sosial itu ialah jika lahan warga dijadikan lokasi bendungan, maka warga pemilik lahan tersebut diapakan? Apakah disiapkan lahan untuk mereka bekerja atau ada solusi lain,” kata Djami Rebo di Kupang, Selasa (11/6).

Kajian sosial rencana pembangunan Bendungan Kolhua, lanjutnya, yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang tidak maksimal. Tampaknya, pemerintah hanya melakukan kajian teknis yakni ganti rugi lahan tanpa melihat aspek sosial kemasyarakatan.

Menurut Djami Rebo, rencana bangunan Bendungan Kolhua tidak salah karena telah terjadi penurunan sumber air di Kota Kupang. Daerah sumber air sudah berubah menjadi wilayah tata ruang Kota Kupang sehingga diperkirakan dalam jangka waktu 5-10 tahun lagi akan terjadi krisis air di daerah ini. (Khasmetan)

 

 

Baca Juga :  6 Fraksi Tolak Kenaikan Tarif RSUD Prof.DR.W.Z.Johannes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here