c

 

Moral-politik.com. Tim Pemenangan pasangan Esthon Foenay – Paul Tallo, calon gubernur – calon wakil gubernur NTT menolak hasil perolehan suara pilkada NTT yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) NTT. Kuasa Hukum Tim Esthon – Paul, Antonius Ali mengatakan penolakan itu karena hasil perhitungan itu didasarkan pada data yang tidak sah. Menurut Antonius Ali, masih terdapat kecurangan – kecurangan mesti diselesaikan terlebih dahulu, baru menetapkan hasil perolehan suara.

“Perhitungan yang ada ini tidak sah karena didasarkan pada data-data yang tidak sah. Yaitu data hasil rekapitulasi di Sikka dan di Sumba Barat Daya tidak sah. Oleh karena itu hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Provinsi juga tidak sah, karena didasarkan pada data yang tidak sah,” tandas Antonius Ali.

Kuasa Hukum Tim Esthon – Paul, Antonius Ali menambahkan, mereka akan menggugat hasil perolehan suara Pilgub NTT ke Mahkamah Konstitusi. Menurut dia, Tim Esthon – Paul telah mengantongi sejumlah bukti kecurangan yang diduga dilakukan untuk memenangkan paket Frans Lebu Raya – Benni Litelnoni.
KPUD NTT menetapkan pasangan Frans Lebu Raya – Benni Litelnoni sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih. Paket dengan sandi Frenly ini mengantongi 1.067.054 suara atau 51,25 persen,dan  paket Esthon – Paul mengantongi 1.014.888 suara atau 48,75 dari total suara sah 2.081.942. (Sil Sega)

Baca Juga :  Belu : Danki Brimob Pantau Semua SPBU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

66 − 62 =