2

 

Moral-politik.com. Kelakuan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Pasar Kasih kelurahan Naikoten I, Kota Kupang membuat petugas kebersihan, sekaligus menjadi kondektur mobil pengangkut sampah meradang. Pasalnya, para PKL yang terdiri dari para penjual pakaian dan sembako ini malas membersihkan kotoran yang ada di tempat jualan mereka, sehingga petugas kebersihan saat melaksanakan tugas angkut sampah harus membersihkannya terlebih dahulu.

“Mereka malas bersihkan, kami datang harus  sapu lagi baru angkut, itu buat kami kelelahan,” ungkap salah seorang awak mobil sapah, Gonzha  kepada wartawan di Pasar Kasih.

Akibatnya, membuat petugas kebersihan yang melaksanakan tugas dari pukul 21.00 Wita  tersebut harus rela pulang hingga pukul 03. 00, padahal seharusnya jika seluruh PKL rajin mengumpulkan sampah, para petugas kerbersihan ini hanya bekerja paling lama 2 jam.

“Kami pulang hampir pagi, coba mereka kumpul kami hanya datang angkut pasti kami pulang lebih cepat,” ungkapnya, kesal.

Ia meminta agar instansi yang terkait melakukan penertiban kepada PKL bisa turun lapangan sehingga mempermudah pekerjaan mereka.

“Kami minta PD Pasar untuk tertibkan PKL supaya kami lebih mudah saat angkut sampah,” katanya. (Ikzan).

Baca Juga :  Bawaslu periksa Tim Advokat Jokowi soal laporan pengerahan Babinsa...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here