IMG-20130614-00418

Moral-politik.com. Mangngi Kota,  salah satu pedagang Kaki Lima yang keseharianya berjualan di Lokasi RSU WZ. Johannes Kupang meyesalkan sikap  manajemen rumah sakit tersebut, terutama Direkturnya Dr. Alfons Anapaku yang  menyuruh mereka jangan berdagang lagi di lokasi RSU. Pasalnya, dengan pengusiran paksa  itu,  pihak rumah sakit telah melanggar kesepakatan yang dibuat bersama DPR dan para pedagang.

“Awalnya, sesuai kesepakatan kami akan di relokasi. Namun pada hari senin (09/06), Dr. Alfons Anapaku mengatasnamakan Gubernur meminta kami segera meninggalkan lokasi  berdagang  kami sejak tahun 1994 yang lalu,” kata Meri kepada wartawan di Kupang (14/06).

Meri menduga, mereka diusir bukan karena pihak manajemen hendak melakukan perluasan areal parker, tapi dilokasi akan dibangun mini market oleh salah satu dokter yang bekerja pada RSU itu. Sehingga mereka dipaksa keluar dari lokasi. Wacana pembangunan mini market sudah ada dari tahun 2010 oleh salah satu dokter. Namun rencana tersebut mentah karena para pedagang tidak mau meninggalkan tempat tersebut. Sejak saat itu pihak RSU tidak lagi menagih retribusi bulanan dari pedagang sebesar Rp. 100 ribu per bulan.

“Kami hendak membayar namun ditolak pihak manajemen sehingga kami berpikir bahwa mereka sengaja  tidak mau menerima retribusi untuk mengusir kami secara halus. Dan puncaknya pada hari senin lalu ketika Dirut RSU meminta kami keluar dari lokasi itu, yang menurut dia atas perintah dari gubernur,” kata Mangngi

 

 

 

Baca Juga :  Kabupaten Alor: Warga Pulau Treweng Kekurangan Air Bersih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

53 − = 51