5

Moral-politik.com. Nasib para petugas kebersihan dan para awak mobil pengangkut sampah yang ada di Kota Kupang, memang sangat memprihatinkan karena pekerjaan yang dilakukan terlampau berat, namun upah yang diberikan hanya senilai Rp.500.000 per bulan. Jelas ini tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, dan tak sesuai pula dengan Upah Minimum Regional (UMR).

Ironisnya, upah para awak ini bukan langsung dibayar tapi mereka harus menagih ke para Pedagang Kaki Lima yang ada di Pasar Kasih Kelurahan Naikoten, Kota Kupang.

“Gaji kami Rp. 500.000 Pak, tapi itu kami tagih sendiri di penjual,” ungkap Gonzha kepada wartawan Moral politik.com  di Pasar Kasih, Naikoten I Kota Kupang.

Dia menjelaskan, sistem  yang biasa dilakukan adalah para awak mobil sampah ialah melakukan penagihan kepada seluruh PKL yang ada dengan besaran Rp.5.000 per PKL.”Kami tagih sendiri 5.000 di setiap penjual yang ada di sini,”tuturnya.

Gonzha mengakui, kalau upah yang ia dapat dari pekerjaannya tidak bisa mencukupi kehidupan sehari-hari, namun dirinya pasrah dengan keadaan dan terus melaksanakan tugas sebagai awak mobil sampah Dinas Kebersihan Kota Kupang. (Ikzan).

Baca Juga :  KPU Nagekeo Mengaku Tidak Akuratnya Logistik Pilkada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

23 − = 20