11

 

Moral-politik.com. Ketua DPD REI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  mengatakan, kemudahan yang ditawarkan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) berupa bantuan Uang Muka (UM) sebesar 15 juta bagi seorang PNS untuk membeli rumah, yang dibangun Real Estate Indonesia (REI) hingga kini belum dimanfaatkan secara baik.  Hal ini dibuktikan dengan sepinya tanda jadi kredit dari para PNS.

“Bantuan UM yang diberikan oleh Bapertarum ini, merupakan fasilitas yang sangat membantu PNS yang sering mengeluhkan masalah UM  untuk memiliki rumah dengan mencicil. Namun kenyataannya para PNS belum memanfaatkan kesempatan tersebut,” kata Bobby Lianto kepada wartawan di Kupang, Senin (24/06).

Boby Lianto menjelaskan, UM yang diberikan Bapertarum sebesar Rp 15 juta merupakan fasilitas yang disiapkan negara bagi PNS. “Mungkin sebagai komitmen bahwa PNS akan membeli rumah menggunakan bantuan dari Bapertarum, mereka hanya membayar Rp 500 ribu – Rp 1 juta sebagai tanda jadi, setelah itu tidak ada lagi, jangan berfikir UM lagi,” katanya.

Dana sebesar Rp 15 juta ini, lanjut Bobby Lianto, ada dua komponen di dalamnya, yakni Bantuan Uang Muka (BUM) dan Pinjaman Uang Muka (PUM), jadi bukan berarti gratis. Secara rinci Bobby Lianto menjelaskan, untuk komponen BUM ini sebenarnya adalah uang PNS sendiri yang dipotong melalui gaji setiap bulannya sesuai golongan PNS tersebut.

“Setiap bulan gaji mereka dipotong untuk Hari Tua dan Uang Muka Rumah sesuai golongan dan eselonnya, mungkin ada yang dipotong hanya Rp 6.000-Rp 7.000 setiap bulannya, sehingga kalau ditotal selama masa kerja paling hanya terkumpul Rp 2 juta-Rp 3 juta. Dana ini yang merupakan Komponen BUM,” tandas Bobby Lianto.

Sedangkan PUM ini diberikan oleh negara melalui bank penyalur, seperti Bank BTN dan Bank NTT sebesar Rp 13 juta. Jadi bantuan Rp 13 juta ini bisa dicicil selama lima tahun dengan bunga hanya 6 persen per tahun.

Baca Juga :  TTU: Hanya 4 Surat Suara Ditemukan Rusak

“Intinya PNS  mendapat bantuan UM Rp 15 juta ini, yang mana Rp 2 juta merupakan uang mereka sendiri, sedangkan Rp 13 juta itu pinjaman yang bisa dicicil  bersama dengan angsuran rumahnya,” kata Bobby Lianto. (Ale)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 1 =