yulius-pekerja

Moral-politik.com. Yulius, pekerja pers di TTU mengatakan, Polisi Pamong Pradja Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) perlu melakukan upaya penertiban penjualan bensin eceran  yang saat ini cukup mahal mulai Rp.10.000 sampai Rp 15.000/botol, dan melakukan penertiban terhadap penjualan eceran di kompleks SPBU.  Penjualan bensin dengan memainkan harga dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah merupakan tindakan melanggar hokum, yakni melanggar Undang-Undang Migas. Apalagi penjualan eceran di Kota Kefa banyak yang terjadi di depan kompleks SPBU. Ini kan tidak benar. Pol PP harus tertibkan. Pol PP juga harus memahami aturan Undang-undang Migas sehingga dapat bertindak tegas, bukan jadi penonton. (*)

Baca Juga :  Pilkada Bali: Panwaslu Siagakan 7.000 Pengawas di TPS-TPS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 3 =