Kasatres Polres Belu, Jefri Fangidae (2)-3

 

Moral-politik.com. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Belu melalui Kepala Staf Reserse dan Kriminal (Kasatres), Jefri Fangidae ketika ditemui Moral-politik.com bersama RRI Atambua di ruang kerjanya, Senin (24/6) menuturkan, pihaknya sementara mendalami penyelidikan terhadap mobil tangki SPBU-04 Wekatimun, yang kedapatan berusaha menimbun stok lama Bahan Bakar Minyak jenis Solar, ketika diumumkan kenaikan BBM oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 20 Juni kemarin.

“Kita sudah amankan mobil tangkinya dan kita sedang dalami penyelidikan. Kita juga masih tanya ke pemiliknya, apa ada surat atau tidak ketika malam itu berusaha mencoba menimbun BBM stok lama ke tempat lain,” tuturnya, menjelaskan.

Ketika ditanya kelihatannya pihak Polres Belu berusaha “main mata” dengan pemilik SPBU-04, karena mobil tangki bukannya ditahan di Mapolres Belu sebagai barang bukti, malahan mobil tangki tersebut dikasih ke pemiliknya. Ada apa di balik itu semua, dibantah oleh Jefri.

“Itu tidak benar. Kita tahan mobilnya di Mapolres Belu!” tegasnya.

Anehnya, sehabis melakukan wawancara dengan dirinya, Wartawan Moral-Politik.com dan RRI Atambua mau melihat mobil tangki yang ditahan, tapi dirinya tak mengisinkan dengan alasan yang tak dapat diterima akal sehat.

“Aneh. Kita mau lihat itu mobil tangki, kok tidak dikasih isin. Kan itu sebagai barang bukti dan saat penangkapan, semua masyarakat sudah tahu. Ini telah terjadi kong kali kong. Menyedihkan sekali, “makan” dengan cara menyembunyikan barang bukti,” Kritik Ferdi dan Arnol dari RRI Atambua.  (Felix)

 

Baca Juga :  Ratusan Umat Hantar Salib TYD ke Kufeu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

21 + = 28