mathias Giri 1

 

Moral-politik.com. Masyarakat Nusa Tenggara Timur diminta untuk tidak memilih para calon legislatif suka melakukan pembohongan pada publik di setiap momentum Pemilu legislatif.

“Ya, setiap lima tahun selalu ada caleg yang suka merayu dan membujuk masyarakat dengan berbagai bentuk kebohongan, untuk mendapatkan dukungan suara, setelah dipilih dan jadi DPR lupa terhadap apa yang pernah diungkapkanya saat lakukan bujuk rayu pada masyarakat,” ungkap Mathias Giri, warga kecamatan Miomaffo Timur.

Karena itu, Giri, selain meminta rakyat untuk tidak memilih para caleg yang suka melakukan pembohongan terhadaop rakyat, juga meminta para caleg stop lakukan pembohongan terhadap rakyat.

“Rakyat TTU siapa yang layak, siapa yang baik, siapa tukang tipu, semua itu sudah direkam dengan baik oleh masyarakat, jadi caleg tidak perlu menyampaikan bahwa Anda yang terbaik saat melakukan sosilalisasi diri atau saat kampanye,”  ungkap Giri.

Menurut Mathias, masyarakat NTT, khususnya di TTU saat ini sudah sangat pintar dalam menggunakan hak suaranya, bisa memilih yang terbaik dari barisan caleg yang diusung oleh sejumlah partai.

“Karena itu tidak perlu melakukan pembohongan hanya untuk mendapatkan suara, karena masyarakat sudah tahu pada 9 April 2014 akan memilih siapa,” ungkpanya.  (amy)

Baca Juga :  Rote : Pemkab Tiadakan Bantuan Dana Bergulir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + = 25