Demo BBM (9)-2

 

Moral-politik.com. Ratusan Mahasiswa di Kota Kupang, Jumat ( 21/6), sekitar pukul 12.00 Wita menggelar aksi damai di depan Kantor  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT)  untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mahasiswa pendemo menyerahkan celana dalam bagi anggota DPRD NTT.

Aksi damai yang dilakukan dua kelompok ini  dalam waktu yang bersamaan mendatangi Kantor  DPRD NTT. Sebelumnya, Mahasiswa yang tergabung dalam “Front Rakyat NTT Tolak Kenaikan Harga BBM” melakukan long murch dengan cara berjalan mundur, dan sejumlah sepeda motor yang didorong sambil berjalan kaki.

Para demonstran itu membentang spanduk yang menolak kenaikan harga BBM. Selain itu, Mahasiswa juga membakar poster yang dibawa ke Kantor DPRD NTT. Pembakaran sempat memicu ketegangan, karena polisi yang berjaga melarang Mahasiswa untuk melakukan aksi bakar-membakar.

Koordinator lapangan, Jovan Halle kepada Moral-politik.com  mengatakan, aksi Mashasiswa berjalan mundur sebagai tanda bahwa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukannya maju, tapi mengalami kemunduran. “Ini bukan kemajuan, tapi kemunduran!” katanya.

Mahasiswa juga mendorong kendaraan roda dua yang bertuliskan bensin (Premium) habis. “Kami tidak mampu beli BBM, makanya motor kami dorong,” katanya.

Mereka juga menyerahkan sebagai simbol protes kepada pemerintah yang menaikan harga BBM. “Kami anggap mereka telanjang, sehingga kami serahkan celana dalam agar bisa di pakai,” jelasnya.

Para pendemo diterima anggota DPRD NTT, Somi Pandie. Menurut Somi Pandie, aspirasi Mahasiswa termasuk celana dalam yang diserahkan ke DPRD NTT akan dilaporkan ke pimpinan untuk selanjutnya dikirim ke pemerintah pusat. “Saya akan koordinasi dengan pimpinan, dan melanjutkan aspirasi Mahasiswa ke pemerintah pusat,” katanya. (richo)

 

 

 

 

Baca Juga :  Bocah Calon Raja Inggris Ini Menuju Istana

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 6