8

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Ironis juga memprihatinkan nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di sekitar pelabuhan ASDP Pantai Baru. Hingga saat ini tak menempati sejumlah rombong yang disiapkan Pemkab Rote Ndao, karena biaya sewa rombong cukup fantastis.

Pantauan wartawan di lokasi tersebut, Minggu (30/6) ratusan rombong tak di tempati para pedagang.

Salah seorang pedagang di lokasi itu, kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya dibebankan biaya sewa rombong senilai Rp7 juta per rombong per tahun.

“Biaya terlalu besar, kami tidak mampu,” ujar Fency, salah seorang pedagang di lokasi tersebut, Minggu (30/6) kemarin.

Akibat biaya kontrak tempat jualan yang terlampau tinggi tersebut, pihaknya memilih untuk tidak menggunakan fasilitas tersebut.

“Kami merasa heran dengan biaya yang ditetapkan pihak ASDP, karena setiap hari kami juga bayar retribusi,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, sesuai sosialisasi yang dilakukan tahun anggaran 2012 lalu, bangunan permanen tersebut diperuntukan bagi para pedagang yang berada di lokasi itu.

“Sampai sekarang belum dibagi kepada PKL. Kami juga tidak tahu, kapan dibagikan kepada pedagang. Kami berharap agar didistribusikan secepatnya kepada pedagang. Tetapi kami harapkan agar sewa kontraknya tidak mahal,”katanya.

Untuk diketahui, rombong-rombong tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat untuk Kabupaten Rote Ndao yang dikelola oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Rote Ndao.

Dalam perjalanannya, bantuan tahun anggaran 2012 tersebut diserahkan pengelolaannya ke pihak Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Pantai Baru. (lima)

 

Baca Juga :  Polisi bekuk dalang TKW ilegal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here