RD. Agustinus Berek-- Pimpin Misa syukur HUT WKRI ke-89 di Balai Nazareth

 

Moral-politik.com. Romo Paroki Katedral Santa Maria Immaculata sekaligus merangkap penasihat Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Keuskupan Atambua, RD. Agustinus Berek, dalam misa syukur HUT WKRI ke-89 di lantai dua Balai Nazareth, Jumat (27/6) malam, menitipkan pesan yang sangat keras bagi pengurus dan anggota WKRI Cabang Santa Maria Immaculata Atambua yakni: Bekerja mengikuti anggaran dasar dan anggaran rumah tangga; WKRI bukan tempat untuk saling menjelekkan satu dengan lainnya; WKRI organisasi eksternal Gereja Katolik Roma dan silahkan berpolitik praktis; Tetap melakukan kerjasama dengan masing-masing ketua KUB, Lingkungan, DPP dan DKP; Perlu ditingkatkan kepemimpinan dan kaderisasi serta mengurus organisasi juga harus mengurus rumah tangganya.

“Dengar baik-baik. Pemuda Katolik di Paroki ini hancur, karena tidak saling mendukung dalam politik dan maunya berjalan sendiri-sendiri. Tahun 2013-2014 adalah tahun panas. Panas bukan karena cuaca alam tapi panas karena tahun politik, yakni menjelang Pilkada Belu 2013 dan Pilpres 2014. Jaga baik-baik organisasi ini, jangan sampai malam ini saya lantik kalian, besok sudah ada kabar ini mundur, itu mundur. Mundur diam-diam demi kebaikan organisasi itu baik. Tapi kalau mundur diam-diam untuk susun kekuatan, itulah yang kita takutkan. Dalam WKRI tidak ada system kudeta. Pemimpin harus telinga tebal untuk menerima segala kritikan dan saran tajam, yang diucapkan anggota. Kalau telinga tipis, jangan jadi pemimpin!” tegasnya.

Ketika ditanya, mengingat Pilkada Belu dan Pilpres yang semakin dekat ini, tentunya suhu politik pun semakin panas, jangan sampai akan terjadi system kudeta di tubuh WKRI dalam menggalang massa,  RD. Agustinus menjawab dengan sangat tegas, “Tidak akan ada system kudeta!” (Felix)

 

Baca Juga :  Ketua KPU TTU Mundur…?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here