30

Moral-politik.com. Direktur Utama PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanaoba Lais Manekat (TLM), Robert P. Fanggidae mengatakan, BPR TLM lebih banyak menyalurkan kredit produktif hingga 70 persen dibandingkan kredit konsumtif yang hanya 30 persen.

“Kami lebih banyak memberikan kredit produktif kepada nasabah, dibandingkan kredit konsumtif,” kata Robert

Fanggidae kepada wartawan di Kupang, Senin (10/06) mengatakan, dengan pemberian kredit produktif dapat menghasilkan bunga pasar, sedangkan kalau kredit konsumtif hanya untuk meningkatkan kenyamanan saja. “Kredit produktif ini dengan pemberian kredit modal kerja dan investasi, yang tujuannya menghasilkan pendapatan baru dan lebih bisa membuka lapangan kerja,” katanya.

Sedangkan kredit konsumtif, lanjut Boby Fanggidae, misalnya untuk memperbaiki rumah, maka tidak akan ada pendapatan lagi, dan uang nasabah habis untuk memperbaiki rumah tersebut.

Lebih lanjut Boby Fanggidae mengatakan, dalam memberikan kredit produktif juga dilihat jenis usaha dan karakternya, sehingga disesuaikan dengan fasilitas yang ada di BPR TLM.

“Artinya kita melayani kebutuhan nasabah, bukan nasabah dipaksa untuk membeli produk kita,” tambahnya. (Ale)

 

 

 

Baca Juga :  Rote Ndao : Guru cabuli siswi kelas 4 SD dipolisikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here