Rony

Moral-politik.com. Walaupun di berbagai daerah terutama di Pulau Jawa telah diberlakukan Konversi gas, namun  hingga saat ini, untuk Provinsi NTT belum diberlakukan konversi dari minyak tanah (mitan) ke Bahan Bakar Gas (BBG), karena belum tersedianya fasilitas yang memadai.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pemasaran Pertamina Cabang Kupang, Rony Antoko, saat ditemui  Moral-politik.com di ruang kerjanya, Jumat (14/6).

Rony menjelaskan, untuk konversi gas di Provinsi NTT, pihaknya masih menunggu instruksi dari Pertaminan Pusat, karena pemakaian gas sendiri sudah lintas fungsi, sehingga sampai saat ini masyarakat masih menggunakan mitan.

Dengan demikian, katanya, sebelum ada instruksi lebih lanjut bagi Pertamina Kupang untuk melakukan konversi Mitan ke gas maka sepanjang itu pula masyarakat masih bisa menikmati minyak tanah untuk keperluan bahan bakar di dapur.

“Untuk rencana konversi sendiri di NTT belum, sebab kita lihat juga persiapan infrastrukturnya masih belum ada. Kemungkinan kalau memang sudah ada rencana konversi, persiapan-persiapan infrastrukturnya sudah jalan,” jelasnya.

Sebagai contoh saja, lanjutnya,  kalau untuk depo penyimpanan gas wadahnya tidak sama dengan  untuk menyimpan BBM, sehingga NTT masih disuplay dengan mitan hingga ada instruksi  selanjutnya dari Pertamina Pusat

Menurutnya, Pertamina saat ini belum juga memiliki tanki penampungan untuk gas, karena penampungan untuk gas sendiri berbeda bentuk dan spesifikasinya dari depot mitan yang ada. Yang ada di Tenau masih depot BBM yang bentuk tabungnya silinder, sedangkan tabung untuk depot gas itu bulat atau bola.

Sejauh ini, kata dia,  wilayah paling timur Indonesia baru Provinsi Bali yang memberlakukan konversi gas, sementara sebagian wilayah Lombok sudah ada yang menggunakan konversi gas, karena letaknya dekat dengan Bali sehingga pengirimannya mudah dan tidak masalah. Sedangkan  lokasi Provinsi NTT jauh dari Bali, sehingga sejauh ini masih gunakan mitan bersubsidi.

Baca Juga :  NTT Perjuangkan Naskah UN Cetak di Provinsi

“Kalau tempat penampungan gas sudah ada, kita juga perlu tempat pengisian tabung-tabung gas namanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Itu juga belum ada di Kupang. Kalau memang  sudah ada keputusan dari manajemen Pertamina Pusat untuk konversi gas di NTT, mungkin kita persiapkan dulu infrastrukturnya baru setelah itu kita konversi,” ujarnya.

Dia mengakui, untuk melaksanakan konversi Mitan ke gas maka Pertamina juga memperhitungkan  sisi ekonomisnya untuk melakukan konversi gas di Provinsi NTT ini, sebab investasi yang wajib dikeluarkan untuk menyiapkan infrastruktur juga tidak sedikit, begitu juga pengiriman gas  ke sini juga memakan biaya.

Untuk melakukan konversi ini,tambahnya, tidak gampang dan perlu dihitung secara cermat bagaimana menyaipan insfrakstruktur penunjang yang memerlukan investasi yang tidak sedikit.

“Dengan begitu pertamina tentu akan melakukan kajian yang lebih dalam ketika menetapkan sebuah wilayah untuk segera mengkonversi Mitan ke gas,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here