Woman Drinking Water

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Meminimalisir terjadinya gangguan keamanan maupun bahaya lainnya, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao diharapkan berinisiatif membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Minuman Keras.

Hal itu disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Ba’a, Tri Hartono  kala dikonfirmasi Moral-politik.com, Senin (3/6).

“Selama ini banyak kasus kriminal baik penceraian, pembunuhan, pembakaran dan kasus lain diakibatkan minuman keras. Ini terjadi karena di Kabupaten Rote Ndao belum miliki Perda tentang miras,” ujarnya.

Diakuinya, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Rote Ndao, miras memiliki nilai budaya. Namun menurut dia, dengan tidak mengabaikan nilai budaya perlu dibatasi untuk meminimalisir konflik sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

“Saya sangat paham akan manfaat miras karena tidak bisa dipisahkan dengan budaya orang Rote. Karena kalau tidak ada miras kegiatan seremonial adat tidak bermakna. Tetapi kan ada batasannya. Sebab akibat mengkonsumsi miras bisa memicu kasus kriminal,” ujarnya.

Untuk itu dewan bersama Pemkab Rote Ndao diharapkannya supaya mengambil inisiatif untuk membuat Perda tentang miras.

“Saya berharapa pemerintah dan DPRD Kabupaten Rote Ndao dapat duduk bersama untuk merancang Perda tentang pembatasan minuman keras, karena selama ini banyak kasus pembunuhan, pembakaran, dan kriminal lain yang disidangkan di pengadilan berakar dari minuman keras,” katanya. (lima)

 

 

 

Baca Juga :  Esok Pilkada Nagekeo, 7 Pasang Calon Siap Bertarung!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 62 = 70