D. IQBAL,SH (1)

Moral-politik.com. Untuk perlancar proses penyelidikan kasus dugaan korupsi pada Perusahan Daerah Ita Esa, Kabupaten Rote Ndao, senilai Rp1,3 miliar, pihak Kejaksaan Negeri Ba’a meminta Pemerintah Kabupaten Rote Ndao segera menyerahkan dokumen pencairan dana penyertaan modal ke perusahan itu.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, I Gde Ngurah Sriada melalui Kasie Intel Kejari Ba’a, D. Iqbal saat ditemui di kediamannya, Sabtu (15/6).

“Kami lagi meminta datanya ke Pemda. Berdasar data itu nantinya, baru kita lihat proses pencairannya,” ujar Iqbal.

Disinggung soal kemungkinan pihaknya melakukan pengambilan secara paksa atas data tersebut, bila permintaan yang dilakukannya belum dipenuhi Pemkab Rote Ndao, Iqbal mengatakan, hal itu akan dilakukan bila permintaan mereka tak dipenuhi.

“Saat ini kami masih melakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat persuasif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ba’a, I Gde Ngurah Sriada, yang ditemui wartawan secara terpisah mengatakan, pihaknya segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk senilai Rp1,3 miliar pada Perusahan Daerah Ita Esa Kabupaten Rote Ndao TA.2010 lalu.

“Saat ini sudah pada tahap penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, tetapi kami segera menetapkan tersangkanya,” ujar Sriada.

Penetapan tersangka, lanjut Sriada, dilakukan setelah pendalaman atas kasus itu. Hingga saat ini kata Sriada, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka, baik yang berasal dari PD Ita Esa, Dinas PPKAD Kabupaten Rote Ndao, maupun Inspektorat Kabupaten Rote Ndao.

“Penetapan tersangka setelah dilakukan pendalaman kasus. Sudah ada enam orang yang telah diperiksa sebagai saksi,” pungkasnya. (lima)

 

 

Baca Juga :  Abraham Samad: Kasus Daging Sapi Impor Bukan Benturan KPK-PKS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

47 + = 56