ADRIANUS ADU, ST (1)

 

Moral-politik.com. Adrianus Adu, ST Meski sektor wisata menjadi salah satu produk andalan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) namun hingga saat ini masih banyak objek wisata yang ada di Kabupaten Rote Ndao yang belum dapat dibenahi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Rote Ndao, Yulius Ufi saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (1/6).

Menurut dia, salah satu persoalan serius yang dihadapi pihaknya untuk penataan objek wisata adalah pembebasan lahan di lokasi wisata. Sebab kebanyakan lahan  masih milik warga.

Diakuinya, salah satu hal yang perlu dilakukan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Rote Ndao selain daya ariktarik objek wisata yang dikunjungi, perlu didukung sarana penunjang yang memadai.

Menurut dia, hingga saat ini terdapat dua objek wisata di Kabupaten Rote Ndao yang belum dapat dibenahi diantaranya objek Wisata Tangga 300 di Kecamatan Rote Selatan, Batu Termanu di Rote Tengah.

“Objek wisata itu belum dapat dibenahi karena terkendala dengan pembebasan lahan masyarakat,” katanya.

Untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan camat pada dua lokasi itu supaya membantu berkoordinasi dengan pemilik lahan.

“Memang ada rencana pembangunan di beberapa lokasi wisata, namun setelah dilakukan pendekatan untuk pembangunan lopo atau tempat santai bagi pengunjung, warga meminta supaya dilakukan pembebasan lahan terlebih dahulu,” katanya.

Dia menambahkan, aktivitas pariwisata di kabupaten Rote Ndao masih perlu dilakukan pembenahan terutama penyiapan sarana penunjang yang masih lemah.

Untuk diketahui, di Kabupaten Rote Ndao terdapat sejumlah lokasi wisata seperti lokasi wisata Nemberala, Bo’a, Batu Termanu dan Tangga 300 serta potensi wisata lainnya yang telah mendunia.

Bahkan di lokasi wisata Nemberala dan Boa’a misalnya, telah banyak dibeli pihak asing dan membangun di atasnya.

Baca Juga :  Lima Ribu Siswa SD di TTU Ikut USBN

Pantauan Moral-politik.com di lokasi wisata Nemberala, banyak bangunan milik warga negara asing berdempetan sehingga jadinya tidak asri. (lima)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here