3

Moral-politik.com. Mengantisipasi terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak di Kabupaten Rote Ndao, Pemkab Rote Ndao diingatkan supaya melanjutkan pembangunan jobber (depot) di Pantai Baru.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao, Adrianus Pandie, Sabtu (15/6).

Sebab menurut dia, akibat tidak adanya depot khusus untuk penampungan BBM di Kabupaten Rote Ndao, menyebabkan wilayah Rote Ndao bergantung pada pendistribusian BBM dari SPBU milik pengusaha di Kupang.

Untuk itu dia berharap, agar rencana Pemkab Rote Ndao membangun jobber di wilayah Rote Ndao segera direalisasikan. Sebab menurutnya, dari total anggaran senilai Rp25 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan itu, beberapa waktu lalu telah dianggarkan pihaknya senilai Rp4 miliar lebih.

Dia mengatakan, anggaran senilai Rp4 miliar yang telah dialokasikan pihaknya itu untuk pembebasan lahan dan persiapan-persiapan lain untuk pembangunan jobber tersebut.

“ Sudah dilakukan pembebasan lahan serta melakukan uji amdal untuk pembangunan. Tetapi saya heran koq belum ada pembangunan,”ujarnya.

Kepada wartawan dia menduga, belum terlaksananya pembangunan tersebut karena adanya intervensi pihak tertentu .

“ Ada yang tidak beres dalam penyaluran BBM di Kabupaten Rote Ndao,”ujarnya.

Padahal kata dia, bila di kabupaten Rote Ndao telah ada Jober, diyakininya dapat meminimalisir kelangkaan BBM yang kerap melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao, setiap tahun.

“Kalau sudah ada jobber maka dapat menekan kenaikan BBM di Kabupaten Rote Ndao. Kalau sudah ada maka akan terjadi penghematan anggaran,” yakinnya.(lima)

Baca Juga :  Frengki M. Radja : Penyelidikan kasus DAK 47,5 M sedang berlangsung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 1