34

Moral-politik.com. Lahan persawahan  Dusun Baudale, Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao yang luasnya  25 Hektar dan terbagi menjadi 67 petak persawahan mengalami, abrasi sejak tahun 2008 yang lalu.

Lahan persawahan yang dikerjakan warga tiga desa yakni Maubesi, Kelurahan Onatali dan Kelurahan Metina itu tidak bisa dikerjakan lagi. Padahal total warga yang menggantungkan diri pada persawahan tersebut sebanyak 1.371 jiwa.

“Persawahan itu termakan abrasi sehingga dari total persawahan keseluruhan 25 hektar, kini tinggal 20 hektar. Lalu 3 petak sawah warga tidak bisa dikerjakan lagi,” kata warga Dusun Hoiledo, Yeskial Kedoh (78) kepada wartawan di lokasi itu, Sabtu (1/6) siang.

Menurut dia, kerusakan lain yang kini mulai diendus warga yakni persawahan sepanjang 1 km yang letaknya di bibir pantai Baudale dan sepanjang aliran sungai Baudale.

Kedoh mengaku, rusaknya persawahan di tempat itu merupakan imbas dari pembangunan TPI Tulandale yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Pembangunan TPI itu telah menyebabkan air laut kembali menyusup masuk ke lokasi persawahan tersebut.

Semestinya, kata Kedoh, setelah pembangunan TPI Tulandale, pemerintah harus membangun tembok penahan agar air laut tidak masuk kelokasi persawahan. Tapi yang terjadi, pemerintah malah membiarkan abrasi pantai itu terjadi terus-menerus sehingga merugikan warga pemilik sawah di lokasi itu.

“Semestinya pemerintah bertanggung jawab, karena pembangunan TPI harus disertai dengan Amdal. Pembangunan TPI Tulandale paksa dibangun, namun tetap tidak berfungsi juga saat ini. Sudah tidak berfungsi, masyarakat yang lokasi persawahannya di situ jadi korban lagi,” katanya.

Sementara itu, warga lainnya, Remi Mone Eli juga mengaku kalau abrasi pantai tahun 2012 merupakan tahun ke-6. Padahal sejak tahun 2008, pihaknya telah dijanjikan Pemerintah Rote Ndao untuk memperhatikan persoalan tersebut. Namun kenyataannya hingga saat ini persoalan itu masih kembali terjadi.

Baca Juga :  Brasil: Neymar Tak Ingin Ke Liga Eropa Demi Si Cantik Bruna Marquezine

“Kami masyarakat sudah binggung, entah kemana masalah abrasi ini dibawa.  Kami hanya punya harapan terakhir kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk membantu memperihatikan persoalan ini,” kata Remi, pasrah. (lima)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here