OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Moral-politik.com. Pelaksanaan pengerjaan proyek air rob mengubah air laut menjadi air tawar di Kecamatan Nado Nuse tahun anggaran 2012 lalu, diduga tak dilaksanakan secara maksimal.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, proyek pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rote Ndao dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA.2012, senilai Rp1,6 miliar lebih tersebut, dalam pelaksanaannya tak sesuai perencanaan.

Salah seorang sumber RND di kantor Bappeda Rote Ndao menyebutkan, saat dilakukan Physical Hand Over (PHO), sejumlah panitia PHO menolak menandatangani dokumen PHO untuk pencairan anggaran di akhir tahun anggaran 2012 lalu.

Sumber tersebut mengungkapkan, panitia PHO menolak untuk menandatangani dokumen PHO disebabkan karena pelaksanaan pekerjaan di lapangan belum tuntas dilaksanakan.

Terhadap persoalan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Rote Ndao, Ony Ndun yang dikonfirmasi RND di ruang kerjanya, terkesan mengelak dan menyatakan menolak berkomentar lebih jauh tentang proyek tersebut.

“Saya tidak bisa maksimal melayani karena sedang melakukan persiapan untuk Musrenbangkab,”ujarnya.

Disinggung soal pelaksanaan pekerjaan proyek RO di kecamatan pemekaran tersebut, semula Ony menolak untuk berkomentar.

Sementara disinggung soal pelaksanaan pekerjaan yang diduga tak sesuai spek, lagi-lagi Ony dengan argumentasi yang terkesan berkelit meminta wartawan untuk melihat langsung proyek itu ke Pulau Ndao dan Nuse.

“Sebaiknya lihat dahulu proyeknya di lokasi karena setahu saya proyeknya telah berjalan. Bahkan Kepala Desa telah meminta saya untuk meninjau lokasi dan menikmati air dari proyek ini,”katanya.(lima)

Baca Juga :  Kejari Soe Limpahkan Kasus Korupsi ke Tipikor Kupang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here