YOHANES TALAN,S (1)

Moral-politik.com. Populasi kendaraan roda dua maupun empat di Kabupaten Rote Ndao setiap tahun terus mengalami peningkatan, namun peningkatan tersebut tak sebanding dengan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepala UPT. Pendapatan dan Aset Daerah wilayah Kabupaten Rote Ndao pada Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Talan saat ditemui di kediamannya, Sabtu (15/6).

“Jumlah kendaraan setiap tahunnya terus meningkat 30 persen pertahun. Peningkatan ini selain berasal dari kendaraan baru yang keluar dari dealer, juga kendaraan luar yang dimutasikan ke Rote,” kata Talan.

Menurutnya, secara ekonomis menguntungkan Kabupaten Rote Ndao karena dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun demikian, lanjut Talan, peningkatan tersebut semestinya dibarengi dengan penambahan BBM.

“Kalau mau jujur, peningkatan ini tidak sebanding dengan persediaan BBM. Apalagi pasokan BBM ke Rote ini hanya menggunakan drum saja. Kalau di Rote ada SPBU mungkin bisa mengimbangi peningkatan volume kendaraan ini,” katanya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganggan Kabupaten Rote Ndao, O. A. Muskanan Folla mengatakan, tak dapat dipungkiri penyaluran BBM di wilayah Kabupaten Rote Ndao selama beberapa tahun terakhir dilakukan  oleh salah satu Agen Penyalur Minyak Bersubsidi (APMS) milik Nitisusanto.

Mencegah terjadinya monopoli BBM, Pemkab Rote Ndao bekerjasama dengan PT. Rote Ndao Energi Indonesia akan membangun satu APMS dan SPBU baru di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

“Akan ada penambahan APMS BARU selain Nitisusanto,” katanya.

Pembangunan APMS yang berlokasi di Kelurahan Metina tersebut, kata dia, sebagai salah satu upaya yang dilakukan pihaknya mencegah terjadinya penyaluran BBM di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

“Buat dua APMS dimaksudkan supaya tidak ada monopoli penyaluran BBM di wilayah Kabupaten Rote Ndao. Mereka juga akan bangun SPBU,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang UN, Tak Terbendung Tangis Bahagia Siswa SDN Solo

Selain itu, lanjut dia, pendirian APMS dan SPBU tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan BBM di kabupaten Rote Ndao.

“Dengan pembangunan SPBU ini, kita harapkan quota BBM untuk wilayah Rote Ndao bertambah sehingga dapat memenuhi kebutuhan BBM warga. Karena saat ini suplay BBM dari pertamina cukup terbatas,” ungkapnya.(lima)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here