Moral-politik.com. Sidang lanjutan tindak pidana Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dilanjutkan pada Jumat (21/6). Dalam sidang lanjutan  yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) itu, beberapa saksi yang diperiksa dalam sidang mengakui  Lusia Adinda Lebu Raya, istri dari salah satu calon Gubernur NTT membagi-bagikan uang kepada masyarakat di Desa Tubuheu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Filipus Fernandes, SH selaku kuasa hukum dari pemohon paket Esthon-Paul ketika dihubungi wartawan, Sabtu (22/6) mengatakan, dalam sidang lanjutan tindak pidana Pilgub NTT putaran kedua  pada tanggal 23 Mei 2013 lalu, beberapa saksi yang diperiksa dalam sidang itu mengakui bahwa Lusia Adinda Lebu Raya membagi-bagikan uang kepada masyarakat di Desa Tubuheu Kabupaten TTS.

“Dalam sidang lanjutan di MK, beberapa saksi yang diperiksa di MK, mengakui bahwa Lusia Adinda Lebu Raya bagi-bagi uang kepada masyarakat di Desa Tubuheu Kabupaten TTS,”ckata Fernandes.

Dia menjelaskan, sesuai penjelasan para saksi,  saat itu Lusia Adinda Lebu Raya membagikan uang sebesar Rp 2.500.000. Dengan  rincian setiap orang diberikan uang sebesar Rp 250.000, dengan tujuan untuk menjatuhkan pilihan mereka kepada paket Nomor 4 yakni Paket Frenly.

Hal ini, katanya, diakui oleh beberapa saksi yang diperiksa dalam sidang lanjutan di MK.

“Saksi bilang Lusia Adinda Lebu Raya bagi-bagi uang itu, besarnya Rp 2.500.000. Jadi untuk setiap orang dapat Rp.250.000!” katanya.

Fernandes menjelaskan, sedagkan dua saksi diantaranya yang diperiksa di MK, membantah dan mengatakan bahwa Lusia Adinda Lebu Raya tidak membagi-bagikan uang kepada masyarakat Tubuheu Kabupaten TTS. Namun para saksi membenarkan adanya pertemuan dengan Lusia Adinda Lebu Raya tapi tidak membagi-bagikan uang. (richo)

Baca Juga :  Aparat TNI Gagalkan Pengiriman Tengkorak Tentara Australia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 28 = 33