9

Moral-politik.com. Muchtar Pakpahan, saksi ahli dalam sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, mengatakan bahwa terpidana sekaligus mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, dijeblokaskan ke penjara karena kasus yang tengah ditanganinya.

Hal itu diungkapkan Muchtar dalam sidang lanjutan gugatan praperadilan terkait dugaan penghentian penyidikan polisi terhadap laporan Antasari mengenai SMS ancaman terhadap Nasrudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/6).

“Setahu saya saat itu KPK tengah mengusut kasus IT KPU serta Century. Sehingga, saya menduga ada rekayasa menjatuhkan Antasari Azhar agar tidak melanjutkan kasus besar tersebut,” ungkap Muchtar.

Muchtar mengungkapkan, dalam kasus pengadaan IT, KPU menghabiskan dana hingga triliunan rupiah. Pengadaan tersebut dilakukan agar penghitungan suara dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Namun, yang terjadi penghitungan suara tetap dilakukan secara manual.

“Saat rapat dengan KPU dijelaskan kepada ketua-ketua umum partai bahwa perhitungannya akan cepat karena ada sistem canggih. Ternyata perhitungannyalama, karena manual, bukan IT. Lalu uang triliunan itu untuk apa. Kalau ada uang digunakan dan ternyata barangnya tidak berguna kan penyelewengan,” imbuhnya.

“Saya menduga adanya pihak terkait kasus tersebut yang hendak dilindungi,” ujarnya.

“Itu yang kemudian menyebabkan laporan Antasari terkait sms ancaman terhadap Nasruddin tidak juga ditindaklanjuti. Karena memang sejak awal Antasari sudah dijadikan target,” ujarnya.

“Kenapa tidak disidik sejak awal? Karena untuk seseorang dengan menjadikan Antasari target. Targetnya Ketua KPK harus dipenjara,” tandasnya.

Diketahui, adanya SMS ancaman itu menyeret Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin. Antasari, mengatakan, sebagai terdakwa saat itu seharusnya dia diputus bebas karena tidak ada bukti SMS itu.

Karena itu, Antasari melaporkan kasus SMS gelap itu ke Badan Reserse Kriminal Polri pada Agustus 2011 lalu. Hingga akhirnya menggugat praperadilan terhadap Polri karena merasa kasus itu tidak pernah ditindaklanjuti oleh kepolisian.

Baca Juga :  Perdana Menteri Pakistan Minta AS Hentikan Pengeboman

Padahal, Antasari berharap pengusutan kasus ini menjadi bukti baru atau novum atas kasus pembunuhan Nasrudin yang menjeratnya. Antasari sendiri dihukum 18 tahun penjara atas kasus tersebut.

Sumber: beritasatu.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here