Melianus Bengu

 

Moral-politik.com. Sekolah Dasar Inpres (SDI) Naimata menggelar sosialisai tentang mutu Pendidikan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah, Lurah Naimata, Ketua Komite Sekolah, para dewan guru dan pegawai serta orang tua murid.

Sosialisai diawali dengan paparan materi Pandangan Umum tentang Mutu Pendidikan yang dibawakan oleh Lurah Naimata, Melianus Benggu.

Pada acara sosialisasi tersebut, Lurah Naimata Melianus  Benggu mengatakan, pandangan umum mutu pendidikan tentunya akan sangat beragam, karena sangat tergantung dari sudut mana kita melihat.

Melianus Benggu mengatakan, banyak orang tua, masyarakat umum sering memandang bahwa suatu lembaga pendidikan dikatakan bermutu dapat dilihat dari gedung sekolah yang megah, taman yang indah, asri, peserta pendidik dan pendidik yang berpakaian necis.

“Sementara  para ilmuwan,akademisi cara memandangnya berbeda, yaitu berapa banyak siswanya menjadi pemenang dalam berbagai lomba seperti cerdas cermat, olimpiade baik di tingkat lokal, nasional, regional maupun internasional,” katanya.

Sementara pandangan pemerintah lebih cenderung memandang mutu pendidikan dari hasil belajar serta  persentase kelulusan semakin tinggi berarti semakin baik mutu pendidikan dari satuan pendidikan.

Dari betrbagai pandangan tersebut, kata Melianus Bengu, tentunya masih terdapat banyak pandangan tentang mutu pendidikan.

Melianus Benggu  menambahkan, hambatan pembelajaran terdapat banyak factor. Latar belakang peserta didik yang sangat mempengaruhi mutu pendidikan, anak usia sekolah yang tidak didukung oleh kondisi yang kondusif, misalnya peserta didik berasal dari keluarga tidak mampu, keluarga pecah (brokenhome), kesehatan lingkungan, pola asuh anak usia dini dan factor-faktor lainnya.

Ditegaskan Melianus Benggu, proses belajar mengajar (teaching and learning) sering disebut kotak hitam (black box) masalah pendidikan. Dalam kotak hitam ini terdapat tiga komponen utama pendidikan yang saling berinteraksi satu dengan yang lain, yaitu peserta didik, pendidik dan kurikulum.

Baca Juga :  3 terpidana kasus kapal ikan kembali masuk bui

Selaku Pemerintah Kelurahan, Melianus Benggu memberikan penguatan kepada seluruh orang tua siswa yang hadir pada kegiatan tersebut, dan menggalang dukungan orang tua murid untuk memperhatikan kebutuhan siswa.

“Perlu diperhatikan kebutuhan  (Sandang, papan, pangan), menjadwalkan jam belajar siswa yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat, mengadakan kegiatan-kegiatan lomba level kelurahan dengan melibatkan para siswa, membangun koordinasi dengan pihak sekolah secara berkala dalam rangka melakukan upaya-upaya peningkatan mutu tamatan,” ungkap Melianus Benggu. (Ale)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 6